Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi hujan lebat. IDN Times/Aan Pranata
  • BMKG menetapkan Sumatera Utara berstatus Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 9–12 November 2026; Aceh dan Sumatera Barat berstatus Siaga.

  • Angin kencang berpotensi melanda Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan pada 6–8 November, lalu Papua Selatan pada 9–12 November.

  • Di tengah El Niño kuat dan IOD positif, 543 titik masih mengalami kekeringan panjang hingga ekstrem; titik panas terbanyak terdeteksi di Papua Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dasarian III Oktober 2026

BMKG memantau El Niño sangat kuat dan IOD positif, yang cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di sebagian Indonesia.

1–4 November 2026

BMKG mencatat angin hingga 35 knot di Lampung serta laporan angin kencang di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Curah hujan harian tertinggi mencapai 358 mm/hari di Jawa Timur.

6–8 November 2026

Aceh, Jawa Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua berstatus Siaga untuk hujan deras. Angin kencang diprediksi melanda Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

6–12 November 2026

Prakiraan cuaca sepekan BMKG mencakup periode ini. Cuaca Indonesia secara umum diperkirakan didominasi hujan ringan, dengan peningkatan hujan sedang di sejumlah wilayah.

9–12 November 2026

Sumatera Utara berstatus Awas untuk potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Aceh dan Sumatera Barat berstatus Siaga, sementara angin kencang diprediksi terjadi di Papua Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG menetapkan Sumatera Utara berstatus Awas terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, sementara sejumlah wilayah lain berpotensi mengalami hujan lebat, angin kencang, serta kondisi kering.
  • Who?
    BMKG mengeluarkan prakiraan dan peringatan; masyarakat di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, serta wilayah lain yang terdampak potensi cuaca ekstrem diminta meningkatkan kewaspadaan.
  • Where?
    Status Awas berlaku di Sumatera Utara. Potensi hujan dan angin kencang juga mencakup Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Papua, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
  • When?
    Prakiraan berlaku pada 6–12 November 2026. Status Awas Sumatera Utara dan Siaga Aceh serta Sumatera Barat berlaku pada 9–12 November 2026.
  • Why?
    Gelombang atmosfer, pertemuan dan perlambatan angin, kelembapan udara tinggi, serta atmosfer labil masih mendukung pertumbuhan awan hujan, meski El Niño sangat kuat dan IOD positif terpantau.
  • How?
    Hujan deras berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang. BMKG juga mencatat kondisi kering di sejumlah daerah serta titik panas, sehingga masyarakat diimbau menghemat air dan tidak membakar lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang Sumatera Utara harus sangat hati-hati karena bisa turun hujan sangat deras dari 9 sampai 12 November. Aceh dan Sumatera Barat juga bisa hujan deras. Beberapa tempat mungkin ada angin kencang. Walau ada hujan, banyak tempat masih kering. Orang diminta hemat air dan jangan membakar sampah atau lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rincian prakiraan BMKG memberi ruang bagi masyarakat dan daerah untuk memahami perubahan cuaca yang berbeda-beda, dari hujan lebat hingga kondisi kering. Pemantauan ini juga menunjukkan bahwa, meski El Niño kuat terdeteksi, faktor atmosfer masih mendukung hujan di sejumlah wilayah, sementara cuaca secara umum didominasi hujan ringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatra Utara berstatus Awas terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 9–12 November 2026. BMKG mencantumkan peringatan tersebut dalam dokumen prakiraan cuaca sepekan untuk periode 6–12 November 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Sabtu (7/11/2026), BMKG juga memetakan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah lain, serta mencatat kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sebagian daerah.

1. Awas hujan Ekstrem di Sumut, Aceh Sumbar Siaga

Prediksi Akumulasi Curah Hujan 24 jam di Indonesia pada 8 November 2026. (Dok. BMKG)

Berdasarkan data BMKG, pada periode 9–12 November 2026, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) masuk kategori Awas untuk potensi hujan sangat deras hingga ekstrem.

Pada periode yang sama, Aceh dan Sumatra Barat masuk kategori Siaga untuk potensi hujan deras. Potensi hujan deras diprediksi dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Sementara untuk periode 6–8 November 2026, kategori Siaga hujan deras mencakup lima provinsi, yakni Aceh, Jawa Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

Selain wilayah berstatus Siaga, potensi peningkatan hujan berintensitas sedang juga tercantum untuk sejumlah daerah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Meski demikian, BMKG menyatakan cuaca Indonesia secara umum pada periode ini didominasi hujan ringan.

2. Sejumlah daerah waspada angin kencang

Ilustrasi angin kencang. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG juga menyampaikan potensi angin kencang dalam sepekan ke depan. Pada 6–8 November 2026 wilayah yang diprediksi terjadi angin kencang meliputi Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Sementara pada 9–12 November 2026 diprediksi terjadi di Papua Selatan.

Sebagai gambaran kondisi sebelumnya, pada periode 1–4 November 2026, BMKG mencatat angin dengan kecepatan mencapai 35 knot teramati di Lampung. Angin kencang juga tercatat di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

3. Potensi hujan tetap muncul di tengah pengaruh El Nino

Ilustrasi hujan (IDN Times/Ayu Afria)

BMKG menyatakan, El Nino berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih terpantau berdasarkan pemantauan BMKG pada Dasarian III Oktober 2026. Keduanya dinyatakan cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Kendati demikian, pengaruh tersebut tidak berarti seluruh wilayah bebas hujan. Aktivitas gelombang atmosfer, pertemuan dan perlambatan angin, kelembapan udara yang tinggi, serta kondisi atmosfer yang labil masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Pada periode pengamatan 1–4 November 2026, curah hujan harian tertinggi yang dicantumkan dalam dokumen mencapai 358 mm/hari di Jawa Timur, diikuti Bali 300 mm/hari, Aceh 167 mm/hari, dan Kalimantan Barat 101 mm/hari. Angka ini merupakan catatan hujan yang telah terjadi, bukan prediksi untuk pekan berikutnya.

5. Kekeringan dan kebakaran lahan tetap perlu diantisipasi

Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG turut melaporkan, di tengah potensi hujan, sebagian wilayah masih mengalami kondisi kering. Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam dokumen, menunjukkan 543 titik pengamatan berada pada kategori sangat panjang hingga ekstrem panjang.

Pemantauan satelit yang dicantumkan juga menunjukkan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi paling banyak terdeteksi di Papua Selatan sebanyak 615 titik, disusul Kalimantan Tengah 255 titik dan Kalimantan Timur 223 titik. Angka tersebut merujuk pada titik panas hasil pemantauan satelit, bukan jumlah kejadian kebakaran.

Terkait hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan. Dengan kondisi yang berbeda antarwilayah, kewaspadaan terhadap hujan lebat perlu berjalan bersamaan dengan antisipasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article