Jakarta, IDN Times – Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, bersama istri, Elke Budenbender, tiba di Indonesia melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (15/6/2026). Kunjungan kenegaraan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
Berdasarkan siaran YouTube Sekretariat Presiden, Steinmeier mendarat sekitar pukul 09.30 WIB. Kedatangannya disambut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran kehormatan yang telah bersiaga di lokasi.
Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan penghormatan militer yang ditandai dentuman meriam serta barisan pasukan kehormatan. Steinmeier dan istrinya juga mendapat sambutan berupa pertunjukan tarian tradisional Indonesia.
Selama berada di Jakarta, Steinmeier dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Senin. Berdasarkan agenda resmi yang dirilis Kantor Presiden Federal Jerman, penyambutan kenegaraan akan berlangsung melalui upacara militer di Istana Merdeka.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara akan membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Fokus pembicaraan mencakup kerja sama ekonomi, investasi, energi, iklim, pengembangan tenaga kerja terampil, serta bidang kebudayaan.
Indonesia dan Jerman juga akan memperkuat kesamaan pandangan tentang demokrasi, tata kelola internasional yang berbasis aturan, serta pengembangan kerja sama multilateral di kawasan Indo-Pasifik. Komitmen tersebut dinilai penting di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Usai menjalani agenda resmi di Istana Merdeka, Steinmeier akan melanjutkan kunjungan ke Masjid Istiqlal. Di lokasi itu, dia dijadwalkan meninjau berbagai fasilitas dan berkeliling kompleks masjid yang menjadi salah satu ikon Indonesia.
Dari Istiqlal, Steinmeier akan melintasi Terowongan Silaturahmi menuju Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan ke dua rumah ibadah tersebut bertujuan melihat secara langsung praktik toleransi dan harmoni antarumat beragama yang berkembang di Indonesia.
Selain agenda kenegaraan dan kunjungan budaya, Steinmeier juga akan berdialog dengan para peneliti serta perwakilan lembaga kajian Indonesia. Pertemuan itu akan membahas peran negara-negara berkekuatan menengah dalam merespons perubahan tatanan global.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta selesai, Steinmeier dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Manila, Filipina sebagai bagian dari lawatannya di kawasan Asia Tenggara.
