Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) secara resmi membuka MPLS gelombang kedua tersebut secara virtual dari Jakarta, sementara Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menghadiri pembukaan MPLS secara langsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Wonosobo, Jawa Tengah.
Mensos Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik

- Mensos Saifullah Yusuf membuka MPLS gelombang kedua Sekolah Rakyat secara virtual di 65 titik, menyasar anak usia sekolah yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.
- Pelaksanaan MPLS dalam empat gelombang dilakukan bertahap untuk memastikan sarana, keselamatan, kenyamanan, serta air bersih, listrik, dan sanitasi siap sebelum siswa diterima.
- MPLS dipakai memetakan kesehatan, psikologis, minat, dan bakat siswa; sekolah juga melibatkan taruna TNI-Polri untuk pendampingan disiplin kehidupan berasrama.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 65 Sekolah Rakyat serentak menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua pada Jumat (31/7/2026).
"Data menunjukkan lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Anak-anak inilah yang menjadi penerima manfaat Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Mensos menyampaikan apresiasi kepada para gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh unsur pemerintah daerah yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, dan menjadi program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan, termasuk mereka yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.
Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS dilakukan secara bertahap dalam empat gelombang bukan karena keterlambatan atau ketidaksiapan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian agar seluruh sekolah benar-benar siap menerima peserta didik.
"Tahapan ini merupakan bentuk tanggung jawab kita. Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan, yakni kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keselamatan dan kenyamanan anak sebagai prioritas utama, serta kepastian utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi telah terverifikasi," paparnya.
Menurut Gus Ipul, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026.
Ia juga mengingatkan seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik agar menjadikan MPLS sebagai ruang yang ramah anak serta bebas dari tiga dosa besar pendidikan.
"Saya minta dikawal betul. Jangan sampai terjadi perundungan, kekerasan baik fisik maupun seksual, serta intoleransi. Tidak ada satu pun anak yang boleh pulang membawa luka dari sekolah yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka," ucap Mensos.
Gus Ipul menekankan, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, melainkan menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi awal setiap peserta didik.
"MPLS adalah momen mencari baseline atau titik nol kondisi setiap anak, mulai dari kesehatan fisik, kondisi psikologis, hingga minat dan bakatnya. Dari titik nol inilah kita merancang intervensi yang tepat agar setiap anak berkembang sesuai kebutuhannya," tuturnya.
Selain pembelajaran di kelas, siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan pendampingan dari taruna TNI dan Polri untuk membangun kedisiplinan, kerapian, serta kemampuan mengelola kehidupan berasrama.
"Kehadiran mereka bukan sebagai atasan, melainkan sebagai kakak yang membentuk kebiasaan baik sejak hari pertama, mulai dari disiplin waktu, merapikan tempat tidur, hingga bertanggung jawab terhadap diri sendiri," ujar Gus Ipul.
Kepada para orang tua, Gus Ipul mengajak agar mengikhlaskan putra-putrinya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dan terus memberikan doa serta dukungan.
"Ini bukan perpisahan, melainkan ikhtiar bersama untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Sesuai arahan Presiden, pintu sekolah akan selalu terbuka. Orang tua dipersilakan menjenguk anak-anaknya kapanpun," ucap Mensos.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut memastikan anak-anak dapat mengikuti program Sekolah Rakyat.
"Kemensos tidak mungkin bekerja sendiri. Sekolah Rakyat adalah gotong royong pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program strategis Presiden Prabowo," katanya.
Secara khusus, Gus Ipul juga meminta para kepala daerah terus mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama pada masa transisi tiga bulan ke depan hingga seluruh tenaga kependidikan dan sarana pendukung terpenuhi secara optimal.
Gus Ipul juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa yang memulai MPLS Gelombang Kedua agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.
"Selamat datang di rumah baru kalian. Jadikan MPLS ini sebagai awal perjalanan panjang untuk menjadi anak Indonesia yang pintar, berkarakter, dan terampil," ujar Gus Ipul.




















