Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Fatimah Azzahra, Mahasiswa UI Ingin Jadi Katalisator Perubahan
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra (IDN Times/Yosafat Diva Bayu)

  • Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra memimpin orasi dalam demonstrasi di Sudirman pada 18 Agustus 2026, membawa delapan tuntutan dan berdebat dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
  • Mahasiswi Pendidikan Dokter KKI FKUI angkatan 2023 ini masuk melalui Talent Scouting serta meraih Juara I Kompetisi Riset Nasional The 17th Liver Update 2025 bidang hepatologi.
  • Fathimah memandang profesi dokter sebagai perangkai teka-teki medis dan bercita-cita menjadi praktisi, peneliti, serta penggerak edukasi kesehatan preventif yang inklusif dan humanis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2020

Fatimah Azzahra lulus pendidikan menengah di Binakheir Islamic School.

tahun 2023

Fatimah lulus dari SMA Negeri 3 Depok dan diterima di Program Studi Pendidikan Dokter Kelas Khusus Internasional FKUI melalui jalur Talent Scouting.

Mei 2025

Fatimah meraih Juara I Kompetisi Riset Nasional dalam ajang The 17th Liver Update melalui penelitian hepatologi.

Selasa (18/8/2026)

Sebagai Wakil Ketua BEM UI, Fatimah mewakili aksi massa melalui orasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Ia terlibat dialog panas dengan polisi saat rombongan hendak menuju Bundaran HI dan menyatakan tetap akan menyuarakan aspirasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI, memimpin orasi dalam aksi demonstrasi yang menuntut perhatian terhadap ekonomi, korupsi, kebijakan pemerintah, dan keterlibatan aparat dalam ruang sipil.
  • Who?
    Fatimah Azzahra, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2023 dan Wakil Ketua BEM UI, mewakili massa aksi. Aparat kepolisian turut berhadapan dengan rombongan demonstran.
  • Where?
    Orasi berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Rombongan demonstran hendak bergerak menuju Bundaran HI ketika berhadapan dengan aparat kepolisian.
  • When?
    Aksi dan orasi Fatimah Azzahra berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Why?
    Massa aksi menyuarakan tuntutan terkait persoalan ekonomi, korupsi, kebijakan pemerintah, serta keterlibatan aparat dalam ruang sipil.
  • How?
    Fatimah menyampaikan orasi di tengah massa dan terlibat dialog panas dengan polisi saat rombongan menuju Bundaran HI. Ia menyatakan tetap bertahan untuk menyuarakan aspirasi meski menghadapi barikade aparat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Fatimah Azzahra, wakil ketua BEM UI, bicara di depan banyak orang saat aksi di Jakarta. Ia dan teman-temannya menyampaikan masalah ekonomi, korupsi, dan aturan pemerintah. Fatimah kuliah dokter di UI. Ia suka ilmu kesehatan dan pernah menang lomba riset. Sekarang ia tetap ingin menyuarakan pendapat walau ada polisi yang menghadang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sorotan terhadap Fatimah Azzahra memperlihatkan perpaduan antara keberanian menyuarakan aspirasi publik dan kesungguhan menekuni ilmu kedokteran. Latar akademiknya, capaian riset hepatologi, serta minat pada etika dan edukasi preventif memberi gambaran seorang mahasiswa yang menghubungkan rasa ingin tahu ilmiah dengan kepedulian pada dimensi manusiawi layanan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, turun ke jalan dalam aksi demonstrasi BEM UI pada Selasa (18/8/2026) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut, Fathimah menjadi sorotan publik lantaran keberaniannya memimpin orasi. Dalam aksi terebut, UI membawa 8 tuntutan.

Saat aksi unjuk rasa berlangsung, Fathimah yang pernah menjadi Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI bahkan sempat debat dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung. Ia menegaskan, dirinya akan tetap bertahan dan menyuarakan aspirasi meski berhadapan dengan barikade aparat.

Lantas seperti apa sosok Fatimah Azzahra? Berikut profilnya.

1. Fathimah masuk UI jalur Talent Scouting dan Juara I Kompetisi Riset Nasional

Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI (Foto: Instagram/@fathimahzzhr)

Fathimah Azzahra menjalani pendidikan dasar dan menengah di sekolah berbasis Islam terpadu, yakni Binakheir Islamic School. Ia lulus jenjang menengah pada tahun 2020. Kemudian melanjutkan sekolah di SMA Negeri 3 Depok hingga lulus pada 2023. Sejak di bangku sekolah, Fathimah sudah memiliki minat dan ketertarikan yang kuat di bidang ilmu sains dan kesehatan.

Menapaki dunia perkuliahan, ia berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023. Melalui jalur Talent Scouting, Fathimah mengambil Program Studi Pendidikan Dokter Kelas Khusus Internasional (KKI). Program ini dirancang khusus memadukan kurikulum medis dengan standar global dan pendidikan kedokteran nasional.

"FKUI adalah medan tempur ilmu di mana saya, dengan sabit keingintahuan di tangan, siap untuk merobek tirai rahasia alam yang belum dikuak, berkontribusi dalam menyusun teka-teki semesta," ujar Fatimah.

Selama menempuh perkuliahan, ketertarikannya pada dunia medis tak sekadar pada pembelajaran di kelas melainkan ia salurkan melalui capaian-capaian risetnya. Pada Mei 2025, ia berhasil meraih Juara I dalam Kompetisi Riset Nasional pada ajang The 17th Liver Update melalui penelitian di bidang hepatologi.

2. Dokter sebagai perangkai teka-teki medis

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra (IDN Times/Yosafat Diva Bayu)

Melalui unggahan di blog pribadinya, fkui2023gelora.wixsite.com, Fathimah Azzahra mengungkapkan banyak keresahan dan inspirasinya mengenai beragam isu medis atau tenaga kesehatan. Berangkat dari rasa ingin tahu yang mendalam akan keberadaan alam semesta dan kompleksitas tubuh manusia yang dipaparkan dalam buku Dunia Sophie karya Jostein Gaarder, mengantarkan Fathimah pada pemaknaan mendalam tentang profesi dokter sebagai perangkai teka-teki medis.

Ia menyatakan, baginya menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tak hanya mengejar gelar semata, melainkan bentuk penghormatan dan kelanjutan dari sejarah panjang perjuangan dunia kedokteran di Indonesia dari masa ke masa.

"FKUI mengajarkan pada saya bahwa sejarah bukan hanya untuk diabadikan, tetapi untuk menghidupkan kembali. Bagi saya, FKUI adalah jalan untuk mengenang, menghargai, dan meneruskan tongkat estafet besar ini. Saya ingin berjalan di kampus ini, tak hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai pelajar sejarah yang tahu bahwa dalam setiap kisah yang saya tinggalkan, ada bagian dari diri saya yang tertinggal untuk selamanya, menjadi jejak jejak baru dalam perjalanan dunia medis," ujar Fatimah.

3. Ingin menjadi katalisator perubahan, pendorong inovasi dan penelitian

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra ketika berorasi di atas mokom saat demo jilid II BEM. (IDN Times/Santi Dewi)

Fathimah memegang teguh filosofi kedokteran yang terinspirasi dari tokoh-tokoh dunia seperti Hipokrates, Ibnu Sina, Albert Schweitzer, dan Florence Nightingale, yang menekankan pentingnya etika, ilmu yang mendalam, serta empati.

Ia bercita-cita tidak hanya menjadi praktisi medis di ruang klinis, tetapi juga menjadi peneliti dan penggerak edukasi kesehatan masyarakat yang berfokus pada tindakan preventif, sehingga layanan kesehatan dapat dirasakan secara inklusif dan humanis.

"Saya ingin menjelajahi ilmu dengan hasrat yang tak terbatas, mengikuti jejak tokoh-tokoh terkemuka yang telah menorehkan sejarah dan menciptakan rumusan esensi seorang dokter. Saya ingin menjalani setiap pelajaran dengan dedikasi penuh, merangkai ilmu seperti potongan-potongan puzzle yang membentuk gambar besar misteri alam. Saya ingin menjadi katalisator perubahan, pendorong inovasi dan penelitian, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article