Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korut Lepas Rudal, Jawab Trump yang Pangkas Latihan Militer AS-Korsel

Korut Lepas Rudal, Jawab Trump yang Pangkas Latihan Militer AS-Korsel
Ilustrasi rudal Korea Utara (istockphoto.com/narvikk)
  • Korea Utara meluncurkan proyektil tak dikenal ke arah lepas pantai timur pada Kamis (20/8/2026).
  • Kim Yo-jong menilai pengurangan skala dan durasi latihan UFS tidak mengubah sifatnya yang dianggap provokatif oleh Pyongyang.
  • Latihan UFS dipangkas atas permintaan Washington dan akan berakhir pada Jumat (21/8/2026).
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pemangkasan latihan UFS mengurangi ketegangan?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Korea Utara meluncurkan sebuah proyektil tak dikenal ke arah lepas pantai timur pada Kamis (20/8/2026). Peluncuran itu terjadi beberapa jam setelah Pyongyang menanggapi keputusan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan memangkas latihan militer gabungan mereka.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengonfirmasi adanya peluncuran tersebut, tetapi belum memberikan rincian mengenai jenis proyektil yang ditembakkan.

Kantor Perdana Menteri Jepang juga mengatakan pihaknya mendeteksi dugaan peluncuran proyektil dari Korea Utara. Namun, Tokyo belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai jenis maupun lokasi jatuhnya proyektil.

Peluncuran tersebut menambah ketegangan di Semenanjung Korea di tengah ketidakpastian mengenai kemungkinan dimulainya kembali diplomasi antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

  1. 1. Korut sebut latihan militer AS-Korsel tetap provokatif

    Grup Musik Militer Pusat Tentara Rakyat Korea sebelum pertunjukan. Pembawa panji dengan bendera Korea Utara berada di latar depan. (Dmitry Ivanov., CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
    Grup Musik Militer Pusat Tentara Rakyat Korea sebelum pertunjukan. Pembawa panji dengan bendera Korea Utara berada di latar depan. (Dmitry Ivanov., CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Sebelum peluncuran, adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menanggapi keputusan Washington dan Seoul untuk memangkas latihan militer tahunan Ulchi Freedom Shield (UFS). Kim Yo-jong mengatakan, pengurangan skala dan durasi latihan tidak mengubah sifat latihan yang menurut Pyongyang tetap provokatif.

    “Kami pikir tidak ada gunanya memberikan komentar mengenai hal itu dan kami sama sekali tidak tertarik,” kata Kim Yo-jong dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Korea Utara, Rabu (19/8) malam, dikutip dari Euronews.

    “Sifat provokatif dan agresif dari latihan tersebut tidak akan berubah meskipun durasi dan skalanya dikurangi,” lanjutnya.

    Kim Yo-jong juga menyinggung sejumlah latihan militer lain yang dilakukan AS dan Korea Selatan sepanjang tahun ini. Ia turut mengkritik rencana Korea Selatan memperkenalkan kapal selam bertenaga nuklir.

  2. 2. Kim Yo-jong bantah komunikasi dengan Trump

    Potret Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (dok.KCNA via twitter @nknewsorg)
    Potret Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (dok.KCNA via twitter @nknewsorg)

    Dalam pernyataan yang sama, Kim Yo-jong membantah adanya komunikasi antara Kim Jong-un dan Trump. Bantahan itu bertolak belakang dengan pernyataan Trump sebelumnya yang mengklaim Kim telah merespons permintaannya untuk berbicara.

    Ketika ditanya wartawan pada Rabu mengenai kemungkinan bertemu Kim Jong-un tahun ini, Trump menjawab, “Ya, saya akan bertemu dengannya.” Trump juga mengatakan dirinya memiliki hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara tersebut.

    Meski membantah adanya komunikasi, Kim Yo-jong menyebut hubungan antara kakaknya dan Trump masih “sangat baik”. Ia juga mengingatkan bahwa Kim Jong-un sebelumnya pernah mengatakan masih memiliki “kenangan indah” tentang Trump.

    Pernyataan tersebut dinilai menunjukkan Pyongyang masih berupaya menjaga hubungan dengan Trump sembari mencari konsesi yang lebih besar sebelum membuka kembali perundingan dengan Washington.

  3. 3. Latihan AS-Korsel dipangkas atas permintaan Washington

    Prajurit AS sedang menggunakan masker anti-gas dalam Latihan Ulchi-Freedom Guardian tahun 2015. twitter.com/USArmy
    Prajurit AS sedang menggunakan masker anti-gas dalam Latihan Ulchi-Freedom Guardian tahun 2015. twitter.com/USArmy

    Keputusan memangkas UFS diumumkan setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi latihan tersebut secara signifikan. Trump menyebut keputusan itu berkaitan dengan hubungannya yang “sangat baik” dengan Kim Jong-un.

    Latihan UFS semula dijadwalkan berlangsung selama 11 hari hingga 27 Agustus. Namun, militer Korea Selatan menyatakan, latihan akan berakhir pada Jumat (21/8), serta sejumlah latihan lapangan gabungan juga dikurangi.

    Militer Korea Selatan menyebut penyesuaian durasi dan skala latihan dilakukan atas permintaan Washington. Keputusan Trump juga dilaporkan disampaikan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Seoul, yang memicu kebingungan dan kekhawatiran mengenai kesiapan pertahanan bersama.

    UFS pada dasarnya merupakan latihan pos komando berbasis simulasi komputer yang bertujuan meningkatkan kesiapan AS dan Korea Selatan menghadapi kemungkinan serangan Korea Utara. Pengurangan latihan tersebut kini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi dinamika hubungan Washington-Pyongyang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More