Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Salim Segaf, Politikus PKS yang Jadi Anggota Wantimpres
Anggota Wantimpres, Salim Segaf Al-Jufri (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto mengangkat Salim Segaf Al-Jufri sebagai anggota Wantimpres melalui Keppres Nomor 107/P Tahun 2026, bersama 25 tokoh lain yang dilantik pada 2 Oktober 2026.
  • Salim, kelahiran Surakarta 17 Juli 1954, menempuh pendidikan Syariah hingga doktor cumlaude di Universitas Islam Madinah dan pernah mengajar di UIN Syarif Hidayatullah serta LIPIA.
  • Tokoh PKS ini pernah menjadi duta besar untuk Arab Saudi dan Oman, Menteri Sosial 2009–2014, Ketua Majelis Syura PKS 2015–2025, serta aktif di organisasi keagamaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
17 Juli 1954

Salim Segaf Al-Jufri lahir di Surakarta, Jawa Tengah.

1962

Salim menyelesaikan pendidikan dasar di SDI Diponegoro, Solo.

1969

Salim menyelesaikan pendidikan di MTs Perguruan Alkhairaat.

1972

Salim menyelesaikan pendidikan di MA Perguruan Alkhairaat.

1976

Salim menyelesaikan pendidikan S1 bidang Syariah di Universitas Islam Madinah.

1980

Salim menyelesaikan pendidikan S2 bidang Syariah di Universitas Islam Madinah.

1986

Salim menyelesaikan pendidikan S3 bidang Syariah di Universitas Islam Madinah dengan predikat cumlaude.

11 November 2005 hingga 21 Oktober 2009

Salim menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi dan Oman ke-16.

2009 hingga 2014

Salim menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia ke-26.

2015-2020

Salim menjabat sebagai Ketua Dewan Mustasyar Rabithah Alawiyah.

10 Agustus 2015 hingga 2025

Salim menjabat sebagai Ketua Majelis Syura PKS.

2020-2025

Salim menjadi anggota Dewan Mustasyar Rabithah Alawiyah.

2025-2030

Mohammad Sohibul Iman mengisi jabatan Ketua Majelis Syura PKS.

Jumat, 2 Oktober 2026

Presiden Prabowo Subianto mengangkat dan melantik Salim sebagai anggota Wantimpres bersama 25 tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keppres Nomor 107/P Tahun 2026.

Kini

Salim membawa pengalaman sebagai ulama, akademisi, diplomat, menteri, dan pimpinan partai ke lembaga penasihat Presiden.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto mengangkat Salim Segaf Al-Jufri sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, bersama 25 anggota lainnya.
  • Who?
    Salim Segaf Al-Jufri dilantik sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo Subianto. Pratikno menjadi ketua, Hatta Rajasa wakil ketua, dan Muhammad Qodari sekretaris.
  • Where?
    Pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
  • When?
    Salim Segaf Al-Jufri dilantik pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Why?
    Pengangkatan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
  • How?
    Prabowo menetapkan Salim sebagai anggota melalui Keppres Nomor 107/P Tahun 2026, kemudian melantiknya bersama 25 tokoh lain dalam jajaran Wantimpres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo memilih Salim Segaf Al-Jufri menjadi anggota Wantimpres. Salim dilantik di Istana Negara bersama 25 orang lain pada 2 Oktober 2026. Dulu ia tokoh PKS, pernah jadi duta besar, dan Menteri Sosial. Ia juga pernah mengajar. Sekarang Salim membantu memberi nasihat kepada Presiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengangkatan Salim Segaf Al-Jufri ke Wantimpres menghadirkan perpaduan pengalaman akademik, diplomatik, pemerintahan, dan kepemimpinan organisasi ke dalam lembaga penasihat Presiden. Latar pendidikan syariahnya hingga tingkat doktor cumlaude, pengalaman mengajar, serta tugas sebagai duta besar dan Menteri Sosial membentuk rekam jejak yang beragam untuk peran barunya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengangkat Salim Segaf Al-Jufri sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Salim masuk jajaran 26 anggota Wantimpres yang dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Pengangkatan Wantimpres tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026, tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Dalam struktur Wantimpres, Pratikno ditunjuk sebagai ketua, Muhammad Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris. Salim Segaf Al-Jufri tercatat sebagai anggota.

Sebelum masuk Wantimpres, Salim dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Syura, posisi salah satu jabatan strategis dalam struktur kepemimpinan PKS.

Salim memiliki nama lengkap Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, Lc., M.A. Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 17 Juli 1954. Latar belakang pendidikan dan aktivitasnya banyak berkaitan dengan bidang keislaman, khususnya syariah.

1. Pendidikan Salim Segaf

Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al-Jufri (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Berdasarkan profil yang diterbitkan Fraksi PKS, Salim menempuh pendidikan dasar di SDI Diponegoro, Solo, dan menyelesaikan pada 1962. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MTs Perguruan Alkhairaat hingga 1969, dan MA Perguruan Alkhairaat hingga 1972.

Pendidikan tinggi Salim ditempuh di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Ia menyelesaikan jenjang S1 pada 1976, S2 pada 1980, dan S3 pada 1986 di bidang Syariah. Sedangkan, pendidikan doktornya tercatat dengan predikat cumlaude.

Latar pendidikan itu kemudian menjadi salah satu fondasi perjalanan Salim di bidang dakwah, pendidikan Islam, hingga politik. Ia juga tercatat pernah menjadi dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).

2. Pernah jadi duta besar hingga menteri

Majelis Syuro PKS, Salim Segaf dalam jumpa pers soal Pilkada 2024 di Tangerang (IDN Times/M Iqbal)

Salim memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Ia pernah dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi dan Oman ke-16 pada 11 November 2005 hingga 21 Oktober 2009.

Setelah menyelesaikan tugas diplomatiknya, Salim masuk pemerintahan sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Sosial ke-26 pada 2009 hingga 2014.

Selain pengalaman di pemerintahan, Salim juga pernah menjadi Direktur Syariah Consulting Center. Di organisasi keagamaan, ia tercatat pernah menjadi Wakil Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional serta Ketua Dewan Mustasyar Rabithah Alawiyah pada 2015-2020. Setelah itu, ia menjadi anggota Dewan Mustasyar Rabithah Alawiyah pada 2020-2025.

3. Salim juga pernah menjadi Ketua Majelis Surya PKS

Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Karier Salim di PKS juga tidak terlepas dari aktivitasnya di bidang keislaman. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah PKS sebelum kemudian dipercaya memimpin Majelis Syura.

Salim mulai menjabat Ketua Majelis Syura PKS pada 10 Agustus 2015 hingga 2025. Ketua Majelis Syura PKS 2025-2030 diisi Mohammad Sohibul Iman.

Kini, Salim membawa pengalaman sebagai ulama, akademisi, diplomat, menteri, dan pimpinan partai ke dalam lembaga penasihat Presiden. Prabowo resmi mengangkatnya sebagai anggota Wantimpres bersama 25 tokoh lainnya pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article