Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Program SMK 4 Tahun Mulai Jalan, Buat Jurusan yang Dibutuhkan Pasar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (pakai peci) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Program SMK 4 tahun resmi berjalan untuk mencetak lulusan siap kerja, termasuk yang bekerja sama dengan P2MI dan SMK Go Global bagi tenaga kerja luar negeri.
  • Pendidikan 4 tahun di SMK bersifat opsional, bisa diterapkan sejak awal atau ditambah satu tahun setelah lulus dari program tiga tahun.
  • Jurusan di SMK 4 tahun difokuskan pada kebutuhan pasar dan potensi lokal seperti perkopian, kelautan, serta perikanan agar lulusan mudah terserap dunia kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Mei 2026

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan program SMK 4 tahun sudah mulai berjalan dan mencakup kerja sama dengan P2MI serta SMK Go Global. Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan 4 tahun bersifat opsional bagi sekolah yang ingin menerapkannya.

19 Mei 2026

Abdul Mu'ti dijadwalkan ke Surabaya untuk meluncurkan pemberangkatan 3.000 lulusan SMK yang siap bekerja di luar negeri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan durasi empat tahun mulai diterapkan untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja, termasuk di sektor internasional.
  • Who?
    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bersama sejumlah SMK negeri dan swasta yang berpartisipasi dalam pelaksanaan program tersebut.
  • Where?
    Peluncuran program dilakukan di Jakarta, dengan rencana kegiatan lanjutan di Surabaya pada 19 Mei 2026 untuk pemberangkatan lulusan ke luar negeri.
  • When?
    Program mulai berjalan pada awal Mei 2026, dengan agenda peluncuran resmi tahap berikutnya dijadwalkan pada Rabu, 19 Mei 2026.
  • Why?
    Program ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan pasar kerja nasional dan global serta meningkatkan daya saing lulusan SMK Indonesia.
  • How?
    Pendidikan dilaksanakan selama empat tahun melalui skema fleksibel bagi sekolah yang bersedia, dengan jurusan disesuaikan pada bidang yang dibutuhkan industri dan potensi lokal daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang ada sekolah SMK yang belajarnya 4 tahun. Pak Menteri Abdul Mu’ti bilang ini buat anak-anak biar siap kerja. Ada yang di negeri, ada juga di swasta, semua boleh ikut. Tapi gak wajib, kalau mau 3 tahun juga bisa. Jurusannya nanti disesuaikan sama pekerjaan yang dibutuhkan, biar lulus langsung bisa kerja di sini atau di luar negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Program SMK 4 tahun yang mulai berjalan menunjukkan langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Dengan fleksibilitas bagi sekolah negeri maupun swasta serta penyesuaian jurusan sesuai kebutuhan pasar, kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah membangun pendidikan vokasi yang relevan, inklusif, dan berorientasi pada peluang kerja nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melaksanakan pendidikan 4 tahun sudah mulai berjalan. SMK itu dibangun untuk mencetak generasi yang siap bekerja .

"Sudah jalan sebagian, SMK 4 tahun sekarang sudah mulai berjalan termasuk SMK yang kerja sama dengan P2MI, SMK Go Global yang diproyeksikan untuk mereka yang siap bekerja di luar negeri. Sudah mulai jalan, sudah mulai jalan dan nanti minggu depan, tanggal 19 saya ke Surabaya launching untuk 3.000 pemberangkatan lulusan SMK yang siap ke luar negeri," ujar Mu'ti di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

1. Ada SMK negeri dan swasta

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (pakai peci) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Mu'ti mengatakan, SMK 4 tahun itu ada di SMK negeri dan swasta. Menurutnya, tidak ada perbedaan status.

"Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak Indonesia. Semua. Jadi kita gak membedakan negeri, swasta," kata dia.

2. Tidak wajib melaksanakan pendidikan 4 tahun

Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti (tengah) saat berkunjung ke Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti menyampaikan, pendidikan 4 tahun itu tidak bersifat wajib, hanya diperuntukkan bagi SMK yang mau saja.

"Gak wajib. Jadi yang 4 tahun itu skemanya ada dua, ada yang memang sejak awal sekolah itu memang dirancang untuk 4 tahun. Misalnya di Semarang itu ada SMK, dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," ucap dia.

"Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun. Nah, itu kita berikan skema-skema yang memungkinkan mereka untuk bisa belajar dan dengan kompetensinya, bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," sambungnya.

3. Jurusan yang jadi prioritas

Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat berkunjung ke Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Lebih lanjut, Mu'ti mengatakan, nantinya SMK 4 tahun itu akan tersedia jurusan yang dibutuhkan oleh pasar. Sehingga lulusannya bisa langsung mendapat pekerjaan.

"Lebih banyak (jurusan) pada apa yang dibutuhkan oleh market. Karena itu skema kami SMK itu kan ada tiga. Jadi sekarang kita dorong SMK yang dia memang dikembangkan berbasis keunggulan lokal. Jadi misalnya daerah-daerah yang penghasil kopi, kita dorong supaya ada SMK yang membuka program tentang perkopian. Berikutnya juga misalnya yang kelautan, perikanan, itu nanti sejalan dengan kebutuhan nasional untuk swasembada," ujar dia.

Editorial Team