Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapal Pertamina Bisa Lewati Selat Hormuz, KSP: Alhamdulillah

Kapal Pertamina Bisa Lewati Selat Hormuz, KSP: Alhamdulillah
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menerima aliansi pendukung MBG di kantor KSP, Jumat (26/6/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Kapal Gamsunoro milik Pertamina berhasil melintasi Selat Hormuz setelah tertahan sejak Maret 2026, berkat dukungan Kemlu RI dan KBRI Tehran.
  • Keputusan pelayaran diambil usai penilaian risiko ketat selama satu bulan, mencakup aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, dan kesiapan kru kapal.
  • Pelayaran diawasi 24 jam penuh melalui koordinasi antara awak kapal dan crisis center PIS untuk memastikan keamanan di jalur distribusi energi strategis dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil membawa kapal Gamsunoro bisa melewati Selat Hormuz. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, berharap hal tersebut bisa berdampak baik untuk Indonesia.

"Ya alhamdulillah lah mudah-mudahan ini akan berdampak baik. Terutama kalau minyak ini sudah berjalan dengan lancar, pasti dampak ini juga kepada banyak hal. Ya baik masalah bahan bot, bahan pokok, dan sebagainya," ujar Dudung di kantor KSP, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

"Mudah-mudahan ke depan ini akan semakin lancar dan kemudian harga-harga bahan pokok akan semakin murah," sambungnya.

1. Pertamina sampaikan terima kasih

Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz.
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)

Kerja sama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, KBRI Tehran, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil membawa kapal Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB. Kapal tersebut sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Kapal menempuh 16 jam perjalanan dari Teluk Arab sejak pukul 04.06 WIB dengan kecepatan 7,5 knot.

Gamsunoro tiba di mulut Selat Hormuz pukul 16.00 WIB, lalu berhasil mencapai titik aman empat jam kemudian. Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Kemlu dan KBRI Tehran.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini," kata Vega dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (26/6/2026).

2. Melalui penilaian risiko ketat

Gamsunoro, Pertamina
Kapal tanker Pertamina Gamsunoro. (Tangkapan layar situs Vessel Finder)

Vega menjelaskan, keputusan melintas kapal Pertamina diambil setelah melalui pembahasan risk assessment yang ketat selama satu bulan serta koordinasi intensif dengan Kemlu.

PIS mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kapal bergerak dari Teluk Arab. Persyaratan tersebut meliputi aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, hingga kesiapan kru kapal.

"Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal," tuturnya.

3. Pengawasan 24 jam penuh

Kapal Gamsunoro milik Pertamina Internastional Shipping. (dok. PIS)
Kapal Gamsunoro milik Pertamina Internastional Shipping. (dok. PIS)

Selama pelayaran, situasi kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim darat di crisis center PIS untuk memastikan keamanan.

Perusahaan juga memantau perkembangan situasi secara real-time bersama otoritas terkait. Keberhasilan itu menjadi langkah PIS dalam menjaga operasional pelayaran di salah satu jalur distribusi energi paling strategis dunia tersebut.

"Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro," ujar Vega.

Saat ini, armada PIS lainnya di Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride, sedang bersiap untuk bergerak. Prosesnya tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kepadatan lalu lintas, risiko lain, serta rekomendasi internasional.

“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More