1.000 Taruna Akmil Akan Latih Siswa di 178 Sekolah Rakyat

- Kemensos dan TNI berkolaborasi menyiapkan program pembentukan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat dengan melibatkan sekitar 1.000 Taruna Akmil di 178 lokasi.
- Lima taruna akan ditempatkan di setiap sekolah untuk membimbing siswa dan guru dalam hal kedisiplinan serta kerapian, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Program ini dijadwalkan mulai awal Agustus 2026 selama satu minggu, dengan materi pelatihan seperti menyetrika seragam, merapikan kamar, dan menjaga kebersihan perlengkapan pribadi.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI berkolaborasi menyiapkan program pembentukan karakter bagi para siswa Sekolah Rakyat. Sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) akan terlibat dalam proses pembinaan tersebut.
Sebanyak lima taruna akan bertanggung jawab terhadap satu sekolah untuk memberikan sejumlah materi, seperti soal kerapian pakaian maupun kamar asrama.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
1. Lima taruna ditempatkan di Sekolah Rakyat

Agus Jabo mengatakan, kerapian menjadi salah satu hal yang mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap, lima taruna yang ditugaskan di tiap sekolah rakyat bisa membimbing para siswa.
"Nanti setelah ada skema ya antara Mabes TNI dengan Kemensos, cq di bawah Kemenhan, itu nanti rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna. Lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," katanya.
2. Bentuk karakter siswa sekolah rakyat

Agus Jabo menjelaskan, pembinaan ini penting dilakukan untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan rapi. Pelaksanannya pun melibatkan TNI.
"Karena memang kita butuh. Sejak awal Pak Menteri (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan. Dan sejak awal kita sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu. Jadi kalau kemudian ke depan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025)," jelasnya.
3. 1.000 Taruna diterjunkan di Sekolah Rakyat

Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha menyampaikan, pihaknya akan mengirimkan sebanyak kurang lebih 1.000 Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2 untuk melaksanakan pembinaan pembentukan karakter ini di 178 Sekolah Rakyat.
"Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi nanti Taruna yang kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2," ujar Wisnu.
Hingga kini, Mabes TNI dan Kemensos masih menyiapkan skema pelaksanaan program pembinaan tersebut. Rencananya, kegiatan mulai dilakukan pada awal Agustus 2026 dalam kurun waktu satu minggu.
Wisnu mengungkapkan, beberapa materi yang akan diajarkan antara lain: cara menyetrika baju seragam, merapikan seprei, kerapian lemari pakaian, hingga cara menyemir sepatu.


















