Jakarta, IDN Times - Koalisi MBG Watch dan sejumlah tokoh lintas agama menggelar aksi teatrikal di tengah unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Jumat (11/9/2026). Dalam aksi tersebut, Wakil Aliansi Ibu Indonesia, Anette Mau, membacakan puisi yang menggambarkan ketakutan dan kekhawatiran anak-anak setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.
"Gak mau aku lagi MBG, Pak. Sekolah aku penuh polisi dan tentara. Rumah aku pun didatangi. 'Jangan sebarkan,' katanya," ujarnya dalam aksi teatrikal tersebut.
"Gak mau! Gak mau aku, Pak! MBG lagi gak mau aku, Pak!" lanjutnya.
Dalam puisinya, Anet juga mempertanyakan kondisi kesehatan anak yang disebut mengalami gangguan setelah mengikuti program MBG.
"Kenapa kami diracuni? Sekarang kami baru mengerti, Pak. Negara tidak pernah sayang pada kami. Gak pernah!" katanya.
"Otakku jadi lupa. Ginjalku rusak semua. Gimana kalau aku gak bisa sehat lagi, Pak? Masa depanku bagaimana?" lanjut Anet.
Ia kemudian mengulang kekhawatiran mengenai masa depan anak yang mengalami persoalan kesehatan.
"Gimana kalau aku gak bisa sehat lagi, Pak? Apa otakku masih bisa? Apa ginjalku masih bisa? Masa depanku bagaimana, Pak?" ujarnya.
Anet juga menyampaikan permintaan agar anak-anak tidak lagi dipaksa menerima MBG.
"Gak mau aku MBG lagi, Pak. Gak mau aku. Buang aja, Pak, buang! Jangan MBG lagi, Pak," katanya.
Ia mempertanyakan kapan anak-anak dapat kembali bersekolah dan merasa aman.
"Aku cuman mau tanya, kapan aku bisa sekolah lagi, Pak? Kapan aku bisa kembali sekolah? Kapan negara berhenti meracuni kami, Pak? Kapan?" ujar Anet.
Di akhir penampilannya, Anet menyebut sejumlah nama anak dalam puisinya.
"Untuk Febiola Boru Purba, untuk Chrismas di Karo Berastagi, untuk semua anak-anak yang ketakutan, untuk yang tidak berani berkata apa-apa," katanya.
"Hari ini untuk kalian ya, Nak. Hari ini untuk kamu. Kamu diingat, Nak. Bukan oleh negara, tapi oleh kami, orang-orang yang masih punya nurani. Ingat ya, Nak, kamu diingat oleh kami," lanjutnya.
