Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Kemenag menyiapkan kuota PPG 2026 bagi lebih dari 40 ribu guru serta melanjutkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

  • Program peningkatan kesejahteraan guru non-ASN masih dihitung, sementara kompetensi AI didorong melalui simposium pembelajaran.

  • HGN 2026 melibatkan guru lintas agama dan menghadirkan penghargaan bagi pendidik berprestasi serta berdedikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
3/11/2026

Amin Suyitno menyampaikan bahwa Kemenag menyiapkan kuota PPG 2026 lebih dari 40 ribu guru. Persiapan program masih berlangsung dan pengumuman akan disampaikan kemudian.

25 November 2026

Upacara Hari Guru Nasional dijadwalkan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian HGN 2026. Kemenag juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain, termasuk simposium akademik dan Anugerah Guru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenag menyiapkan kuota PPG 2026 bagi lebih dari 40 ribu guru, melanjutkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, dan menyiapkan sejumlah agenda HGN 2026.
  • Who?
    Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, guru dan tenaga kependidikan di bawah naungan Kemenag, serta guru pendidikan agama di sekolah.
  • Where?
    Program dan rangkaian kegiatan berlangsung di lingkungan Kementerian Agama, dengan konferensi pers di Kemenag, Jakarta.
  • When?
    Informasi disampaikan pada Selasa (3/11/2026), sedangkan upacara Hari Guru Nasional dijadwalkan pada 25 November 2026.
  • Why?
    Untuk meningkatkan kompetensi, kualitas pembelajaran, perlindungan, dan kesejahteraan tenaga pendidik.
  • How?
    Melalui kuota PPG, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, penyusunan skema guru non-ASN, simposium berbasis AI, serta penghargaan bagi guru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenag mau membantu banyak guru dengan membuka tempat PPG untuk lebih dari 40 ribu orang. Guru juga mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Kemenag sedang menyiapkan bantuan untuk guru non-ASN dan belajar AI. Hari Guru nanti diikuti guru dari banyak agama dan ada penghargaan untuk guru yang rajin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rangkaian program Kemenag memperlihatkan perhatian yang berjalan di beberapa sisi sekaligus, mulai dari kompetensi profesional, perlindungan sosial, hingga penghargaan atas dedikasi guru. Keterlibatan pendidik lintas agama dan rencana penguatan kemampuan AI juga memberi ruang yang lebih luas bagi tenaga pendidik untuk berkembang sesuai kebutuhan pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) RI menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satunya, menyediakan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi lebih dari 40 ribu guru.

Selain membuka kesempatan mengikuti PPG, Kemenag juga melanjutkan program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut menyasar ratusan ribu guru di bawah naungan Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, mengatakan pengembangan kualitas dan perlindungan tenaga pendidik menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam membangun pendidikan nasional. Guru dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul sehingga peningkatan kapasitas dan kesejahteraannya perlu berjalan beriringan.

Menurut Suyitno, PPG menjadi salah satu program strategis untuk membekali guru dengan kompetensi profesional sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Saat ini, persiapan penyelenggaraan program tersebut masih berlangsung sebelum pengumuman resmi disampaikan kepada calon peserta.

"Insyaallah, tahun ini kita memiliki kuota yang cukup besar untuk PPG 2026, yakni lebih dari 40 ribu guru. Saat ini persiapannya sedang berproses dan nanti akan diumumkan pada saatnya," ujar Suyitno dalam konferensi pers peringatan Hari Guru Nasional 2026 di Kemenag, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Selain membuka akses peningkatan kualifikasi profesional, Kemenag turut memperkuat perlindungan bagi para pendidik. Salah satu bentuknya melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang kembali dilanjutkan pada tahun ini dengan jumlah penerima mencapai ratusan ribu guru.

Suyitno menyebut perlindungan tenaga pendidik tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga mencakup jaminan sosial dalam menjalankan profesinya.

"Penerima BPJS Ketenagakerjaan ini sudah dipetakan. Program ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama terhadap perlindungan dan kesejahteraan guru," katanya.

1. Kemenag siapkan skema peningkatan kesejahteraan guru non-ASN

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain program PPG dan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, Kemenag sedang menyusun langkah untuk memperbaiki kesejahteraan guru non-ASN. Pemerintah tengah menghitung berbagai kemungkinan skema kebijakan agar peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Suyitno menjelaskan, proses penyusunan kebijakan tersebut mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pemerintah belum mengumumkan bentuk maupun mekanisme pelaksanaannya karena pembahasan dan penghitungan masih berjalan.

Ia berharap kebijakan yang sedang disiapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru non-ASN, terutama dalam memperoleh peningkatan kesejahteraan dan kepastian terkait status kepegawaian.

"Untuk kesejahteraan guru non-ASN, saat ini sedang dihitung secara cermat sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Nantinya akan ada skema yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kesejahteraan guru," ujar Suyitno.

Ia juga menilai peningkatan kompetensi melalui PPG dapat membuka peluang lebih luas bagi guru untuk memperoleh pengakuan profesional. Dengan demikian, program pengembangan kualitas tenaga pendidik diharapkan berjalan seiring dengan upaya memperbaiki kesejahteraan mereka.

2. HGN 2026 jadi momentum penguatan kompetensi guru di era AI

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Peringatan Hari Guru Nasional 2026 juga dimanfaatkan Kemenag untuk mendorong kesiapan tenaga pendidik menghadapi perubahan teknologi. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian yakni perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenag menyiapkan simposium pembelajaran berbasis AI. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperluas pemahaman guru mengenai pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Suyitno menilai perkembangan AI membawa perubahan besar dalam metode pembelajaran. Karena itu, guru perlu meningkatkan kemampuan agar dapat memanfaatkan teknologi secara tepat dan produktif, tanpa mengabaikan kompetensi profesional sebagai tenaga pendidik.

"Kita perlu melakukan knowledge sharing. Harapannya, guru-guru kita tidak hanya memiliki pengetahuan dasar, tetapi juga kemampuan profesional yang memadai dalam menggunakan AI untuk proses pembelajaran," ucap dia.

Penguatan literasi teknologi tersebut tidak hanya ditujukan kepada guru madrasah. Kemenag ingin seluruh tenaga pendidik di bawah naungannya, termasuk guru pendidikan agama di sekolah, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dalam menggunakan AI.

Upaya peningkatan kompetensi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak juga bukan hal baru bagi Kemenag. Kerja sama pengembangan kapasitas guru telah dilakukan sejak masa pandemi COVID-19 dan terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis.

3. HGN 2026 digelar inklusif, libatkan guru lintas agama

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Peringatan Hari Guru Nasional 2026 di lingkungan Kemenag mengusung semangat kebersamaan dan inklusivitas. Perayaan tersebut tidak hanya melibatkan guru madrasah, tetapi juga tenaga pendidik dari berbagai satuan pendidikan serta latar belakang agama.

Jumlah guru dan tenaga kependidikan di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tercatat lebih dari 800 ribu orang. Selain itu, terdapat lebih dari 300 ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di sekolah.

Keterlibatan peserta juga mencakup guru agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, serta para pendidik di lingkungan pesantren. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag memberikan ruang apresiasi bagi seluruh tenaga pendidik yang berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Suyitno mengatakan peringatan HGN di lingkungan Kemenag menjadi momentum untuk menghargai pengabdian guru tanpa membedakan latar belakang agama maupun tempat mereka mengajar.

"Hal ini menandakan bahwa Hari Guru di Kementerian Agama merupakan peringatan yang sangat inklusif, karena melibatkan guru dari berbagai latar belakang. Ini adalah Hari Guru untuk semua," ujar Suyitno.

4. Kemenag siapkan penghargaan untuk guru berprestasi dan berdedikasi

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebagai bagian dari rangkaian HGN 2026, Kemenag juga akan memberikan penghargaan kepada guru yang menunjukkan prestasi, inovasi, serta dedikasi dalam menjalankan tugas pendidikan.

Apresiasi tersebut mencakup sejumlah kategori, termasuk tenaga pendidik yang mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Guru yang tetap menjalankan tugas di daerah terdampak bencana juga menjadi bagian dari penerima penghargaan.

Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan pemerintah terhadap perjuangan tenaga pendidik dalam memberikan layanan pendidikan. Terlebih, tidak semua guru menjalankan tugas dalam kondisi dan fasilitas yang memadai.

Rangkaian peringatan HGN 2026 juga akan diisi dengan upacara Hari Guru Nasional pada 25 November 2026. Selain itu, Kemenag menyiapkan sejumlah kegiatan lain, seperti Ceria dan Sehat Bersama Guru, simposium akademik, serta Anugerah Guru dan Donasi untuk Negeri.

Melalui berbagai agenda tersebut, Kemenag ingin menjadikan Hari Guru Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat perhatian terhadap profesi pendidik.

Penyediaan kuota PPG, perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, pengembangan kompetensi berbasis AI, hingga penyusunan skema kesejahteraan guru non-ASN menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Editorial Team

Related Article