Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Yudha Novanza Utama, turut menyoroti kisruh ketidaksesuaian klasifikasi usia dalam sistem rating gim nasional yang terintegrasi dengan platform digital global.
Sejumlah temuan menunjukkan, adanya ketidaksesuaian dalam penerapan sistem klasifikasi usia oleh Indonesia Game Rating System (IGRS) yang muncul di platform Steam, beberapa gim dengan konten dewasa justru diberi rating untuk anak-anak, sebaliknya gim lainnya dinilai tidak layak didistribusikan di Indonesia.
IGRS mengelompokkan gim dalam beberapa kategori usia seperti 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+. Adapun, setiap kategori ditentukan berdasarkan konten dalam gim, seperti kekerasan, bahasa, hingga unsur seksual.
Yudha mendukung penuh atas langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang telah melakukan take down terhadap rating yang janggal di platform Steam. Ia juga mendukung Komdigi melakukan investigasi, baik secara internal maupun bersama pelaku industri gim nasional, untuk menelusuri dan menuntaskan akar permasalahan yang terjadi.
"Saya menyatakan dukungan penuh dan tegas terhadap langkah pemerintah Indonesia, melalui Komdigi, yang tengah melakukan proses investigasi agar sistem klasifikasi usia berjalan akurat dan konsisten," kata Yudha kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
"Langkah ini merupakan respons yang cepat dan tepat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengawasan konten digital nasional," sambungnya.
