Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Polisi Disiagakan Cegat Demo BEM UI di Bundaran HI
Ratusan personel polisi bersiaga di depan Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Ratusan polisi, rantis, barikade, serta kendaraan TNI-Polri disiagakan di sekitar Bundaran HI untuk mencegat aksi BEM UI; hingga siang, mahasiswa belum terlihat tiba.
  • Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi dan 16 kegiatan masyarakat di Jakarta, dengan instruksi pengamanan humanis, terukur, serta sesuai SOP.
  • BEM UI menggelar aksi bertema #MerebutKemerdekaan, menyoroti kedaulatan, ketimpangan, hukum, dan ruang sipil, serta membawa delapan tuntutan termasuk penghentian KKN dan represivitas aparat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polisi menyiagakan ratusan personel dan kendaraan pengamanan untuk mencegat aksi unjuk rasa BEM UI bertema #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI.
  • Who?
    BEM UI, dipimpin Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, menjadi pengunjuk rasa. Polda Metro Jaya, TNI, Polres jajaran, dan BKO Mabes Polri dikerahkan untuk pengamanan.
  • Where?
    Pengamanan terlihat di depan Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, sekitar Pos Polisi Bundaran HI, dan bahu jalan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
  • When?
    Personel dan kendaraan pengamanan telah terlihat sekitar pukul 12.30 WIB pada 18 Agustus 2026. Hingga saat itu, mahasiswa belum terlihat berdatangan ke lokasi.
  • Why?
    BEM UI menyatakan aksi digelar untuk menyuarakan delapan tuntutan, termasuk penghentian KKN, reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian represivitas di ruang sipil.
  • How?
    Polisi menempatkan rantis, barikade, besi pembatas, motor trail, serta 15 bus dan truk tronton. Total 9.242 personel gabungan disiapkan untuk 31 aksi dan 16 kegiatan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi dan TNI berjaga di dekat Bundaran HI, Jakarta. Mereka membawa motor, bus, pagar, dan mobil besar. BEM UI ingin datang untuk demo dan menyampaikan banyak permintaan kepada pemerintah. Ada orang yang susah jalan di trotoar karena motor diparkir di sana. Saat itu, mahasiswa belum terlihat datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan pengamanan yang menekankan sikap humanis, kesabaran, tindakan terukur, dan penegakan hukum sebagai langkah terakhir menunjukkan upaya menjaga ruang penyampaian aspirasi tetap tertib. Di sisi lain, rencana aksi BEM UI mencerminkan keberanian mahasiswa menyuarakan perhatian terhadap isu publik, sambil mengakui potensi gangguan bagi warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan personel polisi bersiaga di depan Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk mencegat demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang akan menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pantauan IDN Times di lokasi, pihak kepolisian juga sudah menyiapkan kendaraan taktis (rantis) barikade hingga besi pembatas agar massa tidak bisa menggelar aksi di Bundaran HI.

Masyarakat yang beraktivitas mengaku terganggu dengan adanya pengamanan lantaran personil polisi memarkirkan motor sembarangan di atas trotoar.

"Demonya gak ganggu, karena aspirasi masyarakat tapi ini motor-motor parkirnya sembarangan, kita jadi susah lewat," ujar Deni, warga yang mengaku kerja di sekitar lokasi.

Sementara, puluhan motor trail milik aparat polisi dan TNI juga terparkir di trotoar Bundaran HI, Jakarta Pusat. Keberadaan kendaraan roda dua lengkap dengan personelnya itu ialah untuk bersiaga jelang demo mahasiswa

Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, motor-motor yang biasa dipakai untuk tugas lapangan hingga pengamanan ini sudah terparkir berjajar tepat di depan Pos Polisi Bundaran HI.

Tak jauh dari lokasi tersebut, sebanyak 15 bus maupun truk tronton penumpang milik aparat TNI-Polri juga parkir di pinggir bahu jalan. Namun hingga tulisan ini dimuat belum terlihat mahasiswa mulai berdatangan ke lokasi.

Adapun Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, terdapat total 31 aksi termasuk aksi BEM UI dan 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

"Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," kata Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026).

Ribuan personel pengamanan aksi dan kegiatan masyarakat itu pun telah digelar di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Selasa pagi ini. Apel tersebut dipimpin langsung Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Laode Aries El Fathar.

Dalam arahannya, Laode mengimbau anggota agar pengamanan unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.

“Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah terakhir, ultimum remedium,” ujar dia.

Dia juga meminta personel intelijen agar mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang dipakai, dan kendaraan yang digunakan, serta dokumentasikan semua narasi yang ada di jalan, baik teriakan maupun tulisan, dan segera laporkan ke pimpinan pada kesempatan pertama.

“Untuk personel Reskrim sebagai Satgas Gakkum, bila menemukan peserta yang membawa alat berbahaya agar segera diamankan dari awal dan dokumentasikan serta jangan bergerak sendiri-sendiri, tetapi harus berkelompok buddy system, jangan sampai terlepas dari ikatan tim,” ujar dia.

Untuk pasukan Samapta, juga diminta untuk mengikuti setiap instruksi pimpinan serta memastikan tindakan tetap terukur.

“Pemeriksaan kelengkapan alut dan alsus anggota pada pelaksanaan apel pasukan agar dilakukan dengan ketat, didokumentasikan baik video maupun foto. Tetapi saran saya diperbanyak video. Silakan rekan-rekan Provos cek anggota, tidak ada yang membawa senjata api. Tetap SOP dalam menghadapi aksi unjuk rasa adalah sifatnya pelayanan, bukan menghadapi,” ujar dia.

Sebelumnya, BEM UI telah mengumumkan bakal menggelar demo dengan tema #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Jakarta Selatan pada Selasa (18/8/2026).

Rencana aksi ini dibenarkan oleh Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan.

“Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Athof dalam keterangan tertulisnya kepada IDN Times, Senin (17/8/2026).

Athof menilai, kedaulatan Indonesia saat ini digadaikan lewat perjanjian dagang yang tunduk pada kepentingan asing. Sementara di dalam negeri sendiri suara rakyat dibungkam dan pemuda-pemudi ditangkap sewenang-wenang.

BEM UI juga menyoroti hukum yang hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Selain itu, kemakmuran jadi ilusi ketika lapangan kerja langka, pendidikan dan kesehatan gratis yang dijanjikan konstitusi tak kunjung hadir, sementara kekayaan negeri ini menumpuk di segelintir tangan.

“Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan. Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya,” ujar dia.

Republik yang dijanjikan berdaulat, adil, dan makmur, kini dinilai justru direduksi jadi slogan tahunan tanpa substansi. Aparat juga sibuk mengamankan kekuasaan ketimbang mengamankan hak rakyat untuk didengar.

“Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan besok. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk,” ujar dia.

Berikut delapan poin tuntutan BEM UI yang bakal disuarakan!

1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri

2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

3. Wujudkan reforma agraria sejati

4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP

6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah

7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana

8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP

“Ini hanya awalan. Mahasiswa, buruh, petani, guru, pedagang, dan seluruh rakyat yang merasa republik ini sedang dikhianati cita-citanya sendiri, mari kita rebut kembali kemerdekaan yang sesungguhnya,” ujar dia.

Kemerdekaan, kata Athof, tidak akan diberikan oleh negara setiap tahun lewat upacara. Ia harus dijemput paksa oleh kekuatan rakyat yang bersatu.

“Pupus harapan bahwa kekuasaan akan berubah dengan sendirinya. Selama republik dibiarkan menjadi milik segelintir orang, kemerdekaan hanya akan menjadi kata dalam pidato. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan yang terus melawan! Merdeka!” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article