Suyudi Sampai Pergeseran Geng Solo Ramai di Medsos saat Reshuffle

Pemantauan 1 Oktober 2026 mencatat 84.751 percakapan dari 62.846 akun tentang Reshuffle Kabinet Jilid VII, menghasilkan 4,3 juta engagement dengan potensi jangkauan 704,5 juta; Instagram paling ramai.
Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjadi tokoh terpopuler dengan 6.673 mention, didominasi ucapan selamat sebagai Kapolri baru dan harapan Polri lebih profesional, merakyat, serta menghapus kesan “No Viral No Justice”.
Warganet turut membahas pergeseran Listyo Sigit, jabatan baru Bahlil, dan Sugiono; narasi positif menyoroti reformasi Polri serta Menlu Arrmanatha, sementara kritik menyasar rangkap jabatan, kabinet gemuk, dan akomodasi politik.
Jakarta, IDN Times - Reshuffle Kabinet Jilid VII menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan warganet. Berdasarkan laporan pantauan perbincangan di media sosial pada 1 Oktober 2026, terdapat 84.751 percakapan tentang reshuffle kabinet yang berasal dari 62.846 akun.
VP Operations Big Data Analytics Binokular, Ridho Marpaung mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Big Data Analytics Binokular mencatat percakapan itu menghasilkan 4.301.649 engagement dengan potensi jangkauan mencapai 704.486.261. Instagram menjadi platform dengan percakapan paling banyak terkait reshuffle kabinet.
1. Suyudi jadi trending

Kapolri baru, Suyudi Ario Seto, saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Trio Hamdani) Ridho menjelaskan Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjadi tokoh yang paling banyak disebut dalam percakapan warganet terkait reshuffle kabinet. Namanya tercatat mendapat 6.673 mention.
Percakapan mengenai Suyudi didominasi ucapan selamat atas penunjukannya sebagai Kapolri baru. Warganet juga menyampaikan harapan agar Polri di bawah kepemimpinannya lebih merakyat dan profesional.
"Keinginan Suyudi untuk menghilangkan kesan 'No Viral No Justice' turut menjadi salah satu pembahasan di media sosial," ucapnya.
2. Listyo sampai Bahlil juga turut viral di medsos

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) di hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden) Nama berikutnya yang banyak disebut warganet adalah Listyo Sigit Prabowo dengan 4.675 mention. Warganet menyoroti pergeseran Listyo yang diberhentikan dengan hormat dari posisi Kapolri dan kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman.
Sementara, Bahlil Lahadalia mendapat 1.748 mention. Percakapan mengenai Bahlil berfokus pada posisi barunya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Warganet juga mempertanyakan isu rangkap jabatan karena Bahlil disebut menjabat Menko sekaligus mengawasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Adapun Sugiono tercatat mendapat 1.047 mention. Percakapan mengenai dirinya banyak memuat penilaian negatif terkait posisi sebelumnya sebagai Menteri Luar Negeri serta pergeserannya menjadi Menko PMK," ucapnya.
3. Warganet soroti positif kehadiran Suyudi

potret Suyudi Ario Seto (bnn.go.id) Selain melihat tokoh yang paling banyak disebut, laporan tersebut memetakan sejumlah narasi positif dan negatif yang berkembang di media sosial.
Pada sisi positif, salah satu narasi yang muncul adalah harapan baru terhadap reformasi di tubuh Polri, setelah Suyudi Ario Seto ditunjuk sebagai Kapolri. Visi dan doktrin "Polisi Bersama Masyarakat" disebut membawa harapan terhadap transparansi, akuntabilitas, serta perbaikan citra kepolisian yang lebih humanis dan mengutamakan pelayanan publik.
Narasi positif lainnya berkaitan dengan penunjukan Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Warganet merespons positif penunjukan tersebut dan menyoroti latar belakangnya sebagai diplomat karier.
4. Pergeseran Geng Solo sampai rangkap jabatan

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani) Di sisi lain, terdapat pula sejumlah narasi negatif. Pergantian posisi-posisi kunci seperti Kapolri dan sejumlah menteri memunculkan spekulasi di media sosial mengenai pergolakan politik, atau pergeseran pengaruh antarfaksi yang dikaitkan dengan narasi "Geng Solo".
Warganet juga mengkritik sejumlah penunjukan yang dinilai sebagai bentuk akomodasi politik dan penguatan dominasi partai politik, dibandingkan pertimbangan meritokrasi.
Penambahan posisi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi juga mendapat kritik. Sebagian warganet menilai penambahan posisi tersebut membuat struktur kabinet semakin gemuk dan berpotensi membebani anggaran negara.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
















