Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Realisasi Belanja APBD DKI Rp40,40 Triliun hingga September 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers Jakarta Budget Talk di Balaikota, Rabu (21/10/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Hingga 30 September 2026, pendapatan daerah DKI Jakarta terealisasi Rp44,98 triliun, setara 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun; mayoritas bersumber dari perpajakan.
  • Realisasi belanja daerah mencapai Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun. Penerimaan pembiayaan Rp6,46 triliun, sementara pengeluaran pembiayaan Rp2,02 triliun.
  • Gubernur Pramono Anung meminta perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan dan menyiapkan program sejak awal agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

APBD DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun.

30 September

Pendapatan daerah terealisasi Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun. Belanja daerah mencapai Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun.

akhir triwulan III

Penerimaan pembiayaan daerah tercatat Rp6,46 triliun, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp2,02 triliun. Pramono meminta perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan agar belanja tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Realisasi belanja APBD DKI Jakarta 2026 hingga 30 September mencapai Rp40,40 triliun, setara 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan realisasi APBD dan meminta perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan.
  • Where?
    Pemaparan berlangsung dalam Jakarta Budget Talk di Balai Kota Jakarta, dengan pelaksanaan anggaran berada di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
  • When?
    Data realisasi tercatat hingga 30 September 2026 atau akhir triwulan III. Pramono menyampaikan paparan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Percepatan kegiatan diminta agar realisasi belanja tidak menumpuk pada November dan Desember, yang kerap menjadi persoalan dalam pelaksanaan anggaran.
  • How?
    Pramono meminta perangkat daerah menyiapkan program lebih awal sejak APBD ditetapkan dan segera menyelesaikan kegiatan. Pendapatan daerah hingga 30 September mencapai Rp44,98 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jakarta Pramono Anung bilang uang daerah sudah dipakai Rp40,40 triliun sampai 30 September 2026. Uang yang masuk juga sudah Rp44,98 triliun. Banyak uang datang dari pajak. Pramono minta semua bagian pemerintah cepat menyelesaikan kerjaan, supaya pekerjaan tidak menumpuk di akhir tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemaparan realisasi APBD hingga triwulan III menunjukkan pengelolaan anggaran DKI Jakarta dipantau secara terukur, dengan pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang dilaporkan secara rinci. Dorongan untuk menyiapkan kegiatan lebih awal juga mencerminkan perhatian pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada akhir tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 hingga 30 September. Pendapatan daerah tercatat mencapai Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun.

"Kita ketahui APBD di tahun 2026 telah ditetapkan Rp81,33 triliun. Sampai dengan tanggal 30 September kemarin, pendapatan daerah telah terealisasi Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun," ucap Pramono dalam Jakarta Budget Talk di Balai Kota, Rabu (21/10/2026).

1. Realisasi belanja daerah hingga akhir triwulan III mencapai Rp40,40 triliun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers Jakarta Budget Talk di Balaikota, Rabu (21/10/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Pramono mengatakan, sebagian besar pendapatan daerah bersumber dari perpajakan. Sementara itu, realisasi belanja daerah hingga akhir triwulan III mencapai Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun.

"Hingga tanggal 30 September ini, triwulan III, perkembangan realisasi kita untuk belanja daerah Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu yang ditargetkan, yaitu Rp74,29 triliun," paparnya.

2. Penerimaan pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp6,46 triliun

Ilustrasi APBD (IDN Times/ Aditya Pratama)

Adapun penerimaan pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp6,46 triliun atau 64,43 persen dari target Rp9,88 triliun. Sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun.

Pramono meminta seluruh perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi belanja tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun,” ujar Pramono.

3. Pramono minta kegiatan tidak ditumpuk akhir tahun

Ilustrasi galian/IDN Times Dini Suciatiningrum

Menurutnya, penumpukan kegiatan pada November dan Desember kerap menjadi persoalan dalam pelaksanaan anggaran, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

Ia mengatakan, sejak APBD ditetapkan, dirinya telah meminta perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta melakukan persiapan lebih awal agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat dan tidak terkonsentrasi pada penghujung tahun.

"Biasanya di DKI Jakarta, sejak awal APBD diketok, saya sudah menyampaikan untuk dilakukan persiapan lebih awal sehingga tidak menumpuk di ujung," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article