Bogor, IDN Times — Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mencetak rekor baru dalam dunia konservasi satwa langka, bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Burung Garuda atau Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang ditangkarkan di TSI Bogor untuk pertama kalinya berhasil merawat dan mengasuh anakannya secara mandiri (parent-reared) tanpa intervensi manusia.
Anakan Elang Jawa dari pasangan indukan Hanum dan Riska ini sebenarnya telah menetas pada 16 Juni 2026. Keberhasilan pengasuhan secara alami ini diumumkan pada Agustus 2026 sebagai kado kebanggaan nasional, mengingat Elang Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang menjadi inspirasi lambang negara, Garuda Pancasila.
Senior Kurator Satwa Taman Safari Bogor, Iman Purwadi, mengungkapkan bahwa dari sembilan kali keberhasilan reproduksi pasangan Hanum dan Riska, ini adalah momen pertama sang induk mau dan mampu menyuapi serta merawat anaknya hingga tumbuh dewasa.
Delapan anakan terdahulu terpaksa dirawat secara manual oleh perawat satwa dan dokter hewan (hand-raise) demi menjaga keselamatan bayinya.
"Di hari 17 Agustus ini, kado yang luar biasa untuk Taman Safari Indonesia di mana ini pertama kali lembaga konservasi ex-situ induk bisa merawat anaknya dengan baik sampai umur dewasa. Kita akan tularkan juga ke lembaga konservasi lain," ujar Iman Purwadi.
