Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB: Korban Meninggal Dunia akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa

BNPB: Korban Meninggal Dunia akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa
Gedung hancur akibat gempa Flores. (Dok Istimewa)
  • BNPB mencatat 38 orang meninggal, 2 luka berat, dan 11 luka ringan akibat gempa M7,7 di NTT hingga Sabtu pukul 15.00 WIB.
  • Sekitar 2.000 warga mengungsi mandiri, sementara longsor menutup sebagian jalan dan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
  • Data BMKG mencatat 31 gempa susulan, dengan empat berkekuatan signifikan M5,5 hingga M6,2; sejumlah puskesmas rusak dan satu rumah sakit di Maumere terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan berdasarkan data terbaru pada Sabtu (15/8/2026) pukul 15.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 38 jiwa. Selain itu, 2 korban mengalami luka berat dan 11 warga lainnya mengalami luka ringan.

"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian, 2 warga mengalami luka berat, 11 luka ringan dan kurang lebih sekitar 2.000 jiwa yang melaksanakan pengungsian secara mandiri," ungkap Suharyanto ketika memberikan keterangan pers secara virtual pada Sabtu sore ini.

Ia juga mengatakan akibat dihantam gempa berkekuatan M 7,7 sebagian jalan di NTT tertutup akibat longsor. Selain itu, hingga saat ini ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.

"Ini akan didata dan berkembang terus," tutur jenderal bintang tiga itu.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan, banyak puskesmas yang juga mengalami kerusakan. Sedangkan, rumah sakit yang rusak hanya terdapat satu di daerah Maumere.

Suharyanto juga menyampaikan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada 31 kali gempa susulan. Namun, hanya empat yang memiliki kekuatan magnitudo yang signifikan. Kekuatannya berkisar M5,5 hingga M6,2.

"Semua gempa susulan terjadi pada di pagi hari. Sebagai contoh gempa susulan M6,2 terjadi pukul 05.13, kedalamannya 10 kilometer di laut. Selain itu belum ada lagi gempa susulan lainnya," tutur dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More