Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Istana Jelaskan Konsep Dokter Terbang: Mirip Dokter Keliling

Istana Jelaskan Konsep Dokter Terbang: Mirip Dokter Keliling
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Prasetyo Hadi menyebut konsep dokter terbang mirip dokter keliling untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
  • Gagasan tersebut muncul karena wilayah Indonesia luas dan jangkauan fasilitas kesehatan belum merata.
  • Pemerintah juga mempercepat perbaikan RSUD, puskesmas, serta pendidikan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih dibutuhkan untuk daerah terpencil?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan konsep dokter terbang yang sebelumnya dilontarkan Presiden Prabowo Subianto. Layanan tersebut dirancang seperti dokter keliling untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

"Kira-kira konsepnya sebenarnya mirip dengan yang dokter keliling ya, atau mobile dentist car tadi," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Prasetyo mengatakan, gagasan itu muncul karena wilayah Indonesia sangat luas, sementara jangkauan fasilitas kesehatan belum merata.

"Nah, kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu, karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia, memang negara kita sangat luas. Jangkauan fasilitasnya belum merata," ujar dia.

  1. 1. Dokter terbang untuk jangkau daerah terpencil

    Ilustrasi daerah terpencil (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
    Ilustrasi daerah terpencil (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

    Prasetyo mengatakan, pemerintah sedang memperbaiki puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk memperpendek jarak serta waktu masyarakat menuju layanan kesehatan.

    Namun, kebutuhan layanan kesehatan di wilayah terpencil juga mendorong munculnya gagasan dokter terbang. Di sejumlah negara, layanan kesehatan seperti itu diterapkan di wilayah tertentu dengan menggunakan helikopter sebagai unit reaksi cepat.

    "Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil. Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu," tuturnya.

  2. 2. Pemerintah percepat perbaikan RSUD dan puskesmas

    Sidak Komisi D DPRD Bantul ke proyek renovasi Puskesmas Pandak 2. IDN Times/Daruwaskita
    Ilustrasi proyek renovasi Puskesmas Pandak 2. IDN Times/Daruwaskita

    Selain gagasan dokter terbang, Prasetyo mengatakan berbagai upaya sedang dilakukan pemerintah. Tahun ini, 66 rumah sakit telah selesai diperbaiki dan 20 di antaranya sudah operasional. Namun, jumlah tersebut masih dinilai kurang.

    Prasetyo mengatakan, sekitar 350 RSUD masih perlu diperbaiki sehingga Presiden Prabowo meminta prosesnya dipercepat. Perbaikan puskesmas juga mulai berjalan secara bertahap. Pemerintah mengerjakannya sesuai kemampuan.

    Selain fasilitas kesehatan, pemerintah juga mempercepat pendidikan dokter. Sejumlah fakultas kedokteran mulai mempercepat proses pendidikan dan menambah kuota penerimaan mahasiswa kedokteran.

    "Semuanya kita coba kerjakan sesuai dengan tentu saja ya, sesuai memang dengan kemampuan. Kita sesuaikan. Manakala kita mampu sesungguhnya kita menghendaki semuanya bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," kata dia.

  3. 3. Prabowo wacanakan ambulans udara hingga dokter terbang

    Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jak
    Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Sebelumnya, Prabowo menyampaikan gagasan ambulans udara hingga tim dokter terbang dalam pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

    Prabowo mengatakan gagasan itu muncul setelah mendapat laporan mengenai ibu yang meninggal saat hendak melahirkan karena harus menempuh perjalanan hingga tujuh sampai sembilan jam untuk mencapai fasilitas kesehatan.

    Menurut Prabowo, kondisi jalan dan jembatan yang buruk membuat masyarakat kesulitan mendapat pertolongan medis dengan cepat. Kondisi tersebut, kata dia, juga terjadi di sejumlah daerah yang tidak jauh dari Ibu Kota.

    "Salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana, Saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More