Jakarta, IDN Times - Partai pengusung Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019 siap menjadi oposisi pada masa pemerintahan periode 2024-2029. Presiden Jokowi enggan merespons soal sikap PDIP tersebut.
"Ya ditanyakan saja kepada beliau-beliau yang ada di PDIP," ujar Jokowi di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara Panglima Besar Soedirman, Bintaro, Jakarta, Selatan, Senin (19/2/2024).
Sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto buka suara soal posisi partainya untuk lima tahun yang akan datang.
"Jadi di dalam konstitusi kita bukan sistem parlementer. Jadi tidak ada istilah oposisi, dari pengalaman PDI Perjuangan 2004-2009 adalah berada di luar pemerintah. Ini adalah sistem yang kita bangun," ucap Hasto.
Hasto mengatakan, pihak di luar pemerintahan akan bersuara dan menyampaikan sikap jika muncul kebijakan yang merugikan rakyat. Namun untuk kebijakan itu membangun kemajuan rakyat, maka pihak di luar pemerintahan juga akan mendukung.
"Ketika ada kebijakan-kebijakan yang prorakyat, membangun kemampuan bangsa ini secara agregat, secara kolektif untuk kemajuan, didukung," kata dia.
"Tetapi, ketika ada yang berbeda, misalnya impor beras yang merugikan kepentingan petani, nah di situ menyampaikan suatu sikapnya," imbuhnya.
