Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pembangunan Jembatan Lawe Penanggalan Aceh Pascabanjir Rampung Desember

2 min read
Pembangunan Jembatan Lawe Penanggalan Aceh Pascabanjir Rampung Desember
Jembatan Lawe Penanggalan di Aceh (dok Istimewa)
  • Jembatan Lawe Penanggalan di Aceh Tenggara mulai difungsikan meski belum rampung, sebagai bagian pemulihan pascabanjir bandang dan longsor November 2025.
  • Saat jembatan lama terdampak sedimen Sungai Penanggalan dan dinilai tidak aman, BPJN Aceh memasang Jembatan Bailey yang beroperasi sejak 29 Desember 2025.
  • Proyek Rp85 miliar ditargetkan selesai Desember 2026; struktur jembatan telah 90 persen, sementara oprit 30 persen dengan pekerjaan aspal, trotoar, frontage, dan timbunan tersisa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jembatan Lawe Penanggalan yang menghubungkan Kutacane dengan Blangkejeren di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, mulai difungsikan, meski pembangunan belum sepenuhnya rampung. Proyek senilai Rp85 miliar ini ditargetkan selesai Desember 2026.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025. Bencana alam itu menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan, hingga mengganggu konektivitas antardaerah.

  1. 1. Pemerintah pasang jembatan darurat

    Jembatan Lawe Penanggalan Aceh Bangkit Pascabanjir, Rampung Desember
    Kasad Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak resmikan jembatan gantung di Aceh. (Dok. Dispenad)

    Saat bencana terjadi, arus Sungai Penanggalan membawa material sedimen dari kawasan pegunungan hingga menghantam jembatan lama. Material tersebut menutup bagian jembatan dan menghambat aliran air, sehingga memicu luapan sungai. Kondisi jembatan yang terdampak juga dinilai tidak aman bagi pengguna jalan.

    Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sebelumnya melakukan penanganan darurat dengan memasang Jembatan Bailey sebagai jalur sementara. Jembatan tersebut mulai difungsikan pada 29 Desember 2025 untuk memulihkan akses kendaraan dan distribusi logistik.

  2. 2. Kondisi jembatan darurat memprihatinkan

    Jembatan Lawe Penanggalan Aceh Bangkit Pascabanjir, Rampung Desember
    Warga kembali membangun jembatan darurat untuk penyeberangan di Sungai Kala Ili, Kecamatan Linge, Aceh Tengah (dok.warga)

    Manajer Proyek Jembatan Lawe Penanggalan, Indra, mengatakan Jembatan Bailey disiapkan ketika kondisi jembatan lama tidak lagi aman dilalui masyarakat.

    “Kondisi jembatan cukup memprihatinkan yang sangat tidak aman bagi pengguna jalan, sehingga pada kondisi bencana disiapkan jembatan Bailey sebagai jalan sementara bagi masyarakat,” ujar Indra, dalam keterangan.

  3. 3. Perkuat konektivitas Aceh tenggara dengan wilayah

    Jembatan Lawe Penanggalan Aceh Bangkit Pascabanjir, Rampung Desember
    Jembatan Lawe Penanggalan di Aceh (dok Istimewa)

    Pembangunan jembatan baru mencakup dua bagian utama, yakni struktur rangka baja dan oprit atau jalan penghubung menuju jembatan. Menurut Indra, pekerjaan struktur jembatan telah mencapai 90 persen. Pekerjaan yang masih tersisa meliputi pengaspalan, pembangunan trotoar, dan penataan aliran sungai (river training).

    Sementara, progres pembangunan oprit baru mencapai 30 persen. Pekerja masih harus menyelesaikan pembangunan frontage atau struktur penahan jalan sepanjang 200 meter di sisi hulu dan hilir jembatan, serta pekerjaan penimbunan untuk menyelesaikan jalan penghubung.

    “Untuk finalisasi jembatan menyisakan pekerjaan trotoar dan aspal jembatan, untuk oprit menyisakan frontage dan timbunan,” kata Indra.

    Indra berharap penyelesaian Jembatan Lawe Penanggalan dapat memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat antardaerah, sekaligus memperkuat konektivitas Aceh tenggara dengan wilayah sekitarnya.

    “Insyaallah dengan semua dukungan, Jembatan Lawe Penanggalan akan membantu meningkatkan efektivitas distribusi antarwilayah, dan meningkatkan konektivitas di wilayah Aceh tenggara dan lainnya,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More