Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Revitalisasi Sekolah 2026: Rp14 T untuk 11.744 Sekolah
Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Gedung PMK, Kamis (30/4/2026)/ (IDN Times / Dini Suciatiningrum)

  • Pemerintah menyiapkan Rp14 triliun untuk merevitalisasi 11.744 sekolah pada 2026, dengan fokus utama di wilayah terdampak bencana, daerah 3T, dan sekolah rusak berat.
  • Tahap verifikasi dan validasi masih berlangsung sebelum pelaksanaan penuh dimulai, namun beberapa proyek seperti pembangunan ulang sekolah di Sulawesi Utara sudah berjalan.
  • Pemerintah juga menyalurkan Rp2 miliar untuk perbaikan sekolah di Papua serta melakukan kunjungan ke berbagai daerah guna memastikan revitalisasi berjalan sesuai arahan Presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Program revitalisasi 2025 rampung di 16.167 satuan pendidikan, dan beberapa proyek diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke Cilacap.

30 April 2026

Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan Rp14 triliun untuk melanjutkan program revitalisasi sekolah pada 2026 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, daerah 3T, dan bangunan rusak berat.

2026

Pelaksanaan revitalisasi difokuskan pada 11.744 satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana, daerah 3T, dan sekolah rusak berat. Pemerintah masih melakukan verifikasi dan validasi sebelum pelaksanaan penuh dimulai.

Hari Pendidikan Nasional

Abdul Mu'ti dijadwalkan mengunjungi sekolah di Nusa Tenggara Timur serta meninjau sekolah rusak berat di Bangkalan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.

kini

Pemerintah telah menyalurkan bantuan Rp2 miliar untuk sekolah di Papua dan sejumlah proyek revitalisasi sudah mulai berjalan, termasuk pembangunan ulang sekolah di Sulawesi Utara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menyiapkan program revitalisasi 11.744 sekolah dengan anggaran Rp14 triliun untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak, terutama di wilayah terdampak bencana dan daerah 3T.
  • Who?
    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bersama pemerintah pusat, dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto yang telah meresmikan beberapa proyek sebelumnya.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Sulawesi Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Bangkalan.
  • When?
    Program revitalisasi dijadwalkan berlanjut pada tahun 2026, setelah penyelesaian tahap sebelumnya pada 2025. Pengumuman disampaikan Kamis, 30 April 2026.
  • Why?
    Revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki sekolah yang rusak berat, membantu daerah terdampak bencana, serta meningkatkan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • How?
    Pemerintah melakukan verifikasi dan validasi satuan pendidikan sebelum pelaksanaan penuh dimulai. Proyek dilaksanakan secara swakelola dengan sebagian pembangunan sudah berjalan di beberapa lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan program revitalisasi sekolah tetap berlanjut pada 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan anggaran sebesar Rp14 triliun telah disiapkan untuk memperbaiki 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah terdampak bencana, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.

Mu'ti mengungkapkan, capaian revitalisasi pada 2025 telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sejumlah proyek bahkan telah ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Cilacap.

“Beliau juga sudah melihat langsung bagaimana pelaksanaan revitalisasi yang alhamdulillah menurut penilaian beliau juga sangat baik,” ujar Mu'ti di Gedung PMK Kamis (30/4/2026).

1. Pembangunan sekolah prioritas wilayah 3T

Peresmian revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 64 Jakarta di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (22/7/2025)

Pemerintah menetapkan prioritas utama revitalisasi pada 2026 untuk sekolah terdampak bencana, khususnya di Sumatera dan sejumlah wilayah lain. Selain itu, sekolah di daerah 3T dan bangunan dengan kerusakan berat juga menjadi fokus utama.

"Kita alokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan dengan prioritas pertama di sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Sumatera, juga di wilayah lain di Indonesia. Yang kedua, sekolah-sekolah di daerah 3T. Yang ketiga, sekolah yang rusak berat," ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses pendidikan yang layak, sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas infrastruktur antarwilayah.

2. Pemerintah masih lakukan verifikasi

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau bantuan revitalisasi sekolah di SMA Katolik Kesuma Mataram, Selasa (14/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mu'ti menegaskan, saat ini pemerintah masih melakukan tahap verifikasi dan validasi sebelum pelaksanaan penuh program dimulai. Meski demikian, beberapa proyek sudah lebih dulu berjalan di lapangan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan ulang sekolah di Sulawesi Utara yang sempat viral karena kondisinya memprihatinkan.

"Sudah kita berikan arahan umumnya, tinggal nanti pelaksanaannya setelah semuanya verifikasi dan validasi. Beberapa sudah mulai, termasuk yang di Sulawesi Utara, yang di SD yang sempat viral itu saya sudah peletakan batu pertama, nanti kita rehab total, kita bangun total," ujarnya.

3. Siapkan Rp2 miliar untuk Papua

Dok IDN Times/Revitalisasi sekolah Sumedang

Selain fokus nasional, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah timur Indonesia. Bantuan sebesar Rp2 miliar telah disalurkan untuk mendukung perbaikan sekolah di Papua.

Mu'ti dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, termasuk Nusa Tenggara Timur. Ia juga akan meninjau langsung kondisi sekolah rusak berat di Bangkalan.

“Jadi kami konsisten untuk revitalisasi ini dilaksanakan sesuai arahan Bapak Presiden, tetap menggunakan swakelola,” katanya.

Editorial Team