Program Revitalisasi Sekolah Era Prabowo Disebut Berdampak bagi Warga

- Program Revitalisasi Sekolah era Presiden Prabowo telah menyelesaikan pembangunan di 16.062 sekolah hingga Maret 2026, dengan 105 satuan pendidikan masih dalam proses penyelesaian.
- KSP menyebut program ini berdampak positif pada ekonomi lokal karena melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja, mandor, pengawas proyek, dan penyedia jasa logistik.
- Warga seperti Saiful Anam dan Junaedi Danggala merasakan manfaat langsung melalui pekerjaan di proyek revitalisasi sekolah dengan upah harian Rp150 ribu yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari mengatakan sudah belasan ribu sekolah yang direvitalisasi lewat program Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hingga (11/3/2026), sekolah yang sudah direvitalisasi sebanyak 16.062.
"Program Revitalisasi Sekolah telah diberikan ke 16.167 sekolah di tahun 2025, hngga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan dan masih terdapat 105 satuan pendidikan yang masih berproses untuk menuntaskan pembangunan fisik," ujar Qodari saat konferensi pers di kantor KSP, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
1. KSP sebut program revitalisasi berdampak ke ekonomi warga sekitar

Dalam kesempatan itu, Qodari mengatakan program revitalisasi sekolah berdampak kepada ekonomi warga sekitar, terutama tukang bangunan. Sebab, mereka mendapat bayaran dari proyek revitalisasi sekolah.
"Program revitalisasi dilaksanakan secara swakelola pada tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Pelaksanaan ini membuka peluang kerja-mulai dari tenaga bangunan, mandor, pengawas proyek, hingga penyedia jasa logistik sehingga berdampak pada pemberdayaan masyarakat, pergerakan UMKM dan penguatan perekonomian daerah," kata dia.
2. Qodari kutip sejumlah warga yang terdampak

Qodari mengutip pernyataan warga yang terdampak. Tak sedikit warga yang bisa kembali bekerja dengan adanya proyek revitalisasi sekolah.
"Salah satu warga yang merasakan langsung dampak positif program ini adalah Saiful Anam (45), warga Poponcol Kidul, Karawang, setelah tujuh bulan menganggur, Saiful bisa kembali bekerja sebagai buruh dalam proyek pembangunan SDN Karawang Kulon III," ucap Qodari.
3. Dapat penghasilan Rp150 ribu per hari

Para buruh bangunan itu mendapat upah Rp150 ribu per hari. Sehingga, diharapkan bisa membantu ekonomi masyarakat.
"Manfaat ekonomi juga dirasakan oleh Junaedi Danggala, yang selama hampir dua bulan bersama sekitar 30 pekerja lainnya terlibat dalam revitalisasi di SLB Negeri 2 Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai pekerja bangunan, Junaedi menerima upah Rp150.000,00 per hari yang dibayarkan setiap minggu dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah anaknya," ujar Qodari.


















