Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RUPST Telkom 2025 Sepakati Dividen, Buyback, dan Penguatan Tata Kelola
Direktur Legal & Compliance Andy Kelana, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Arthur Angelo S, Direktur IT Digital Faizal R. Djoemadi, Direktur Wholesale & International Service Budi Satria Dharma usai agenda RUPST tahun buku 2025 di Jakarta, Senin (8/6).
  • RUPST Telkom 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sekitar Rp21,9 triliun, program buyback saham maksimal Rp4 triliun, serta perubahan susunan pengurus untuk memperkuat kepemimpinan perusahaan.
  • Susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan dengan Dian Siswarini tetap sebagai Direktur Utama, didampingi jajaran baru yang diharapkan memperkuat tata kelola dan transformasi TelkomGroup.
  • Sepanjang 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp146,74 triliun dan laba bersih Rp17,81 triliun, menegaskan komitmen pada efisiensi operasional, restrukturisasi bisnis, serta percepatan transformasi digital berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang menghasilkan keputusan pembagian dividen, program buyback saham, serta perubahan susunan pengurus perusahaan.
  • Who?
    Rapat dihadiri oleh para pemegang saham Telkom dan jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Dian Siswarini, serta menetapkan Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama bersama sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi baru.
  • Where?
    Kegiatan RUPST dilaksanakan secara daring dari Jakarta dengan melibatkan partisipasi pemegang saham melalui platform digital resmi perusahaan.
  • When?
    Rapat berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, dengan keputusan berlaku untuk tahun buku 2025 dan tindak lanjut pelaksanaan dimulai sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
  • Why?
    Keputusan diambil untuk menyeimbangkan pengembalian kepada pemegang saham dengan kebutuhan investasi jangka panjang serta memperkuat tata kelola dan struktur kepemimpinan Telkom dalam menghadapi dinamika industri digital.
  • How?
    Pembagian dividen tunai sekitar Rp21,9 triliun akan dibayarkan paling lambat 10 Juli 2026; buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun dilakukan bertahap melalui Bursa Efek selama dua belas bulan setelah persetujuan rapat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, pada Senin (8/6). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda Perseroan, tiga di antaranya adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025, program pembelian kembali saham (buyback), serta perubahan susunan pengurus Perseroan guna memperkuat struktur kepemimpinan dan mendukung keberlanjutan transformasi TelkomGroup di tahun 2026.

Untuk tahun buku 2025, pemegang saham pada agenda rapat menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun merupakan dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh Perseroan pada tahun 2025. Sementara itu, sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. Pembayaran dividen tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 10 Juli 2026. Adapun yang berhak menerima dividen adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Juni 2026.

1. Dividen mempertimbangkan berbagai aspek

Komisaris Utama Telkom Angga Raka Prabowo (paling kanan), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (tengah), Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan (paling kiri) dalam agenda RUPS Tahunan tahun buku 2025. (Dok. Telkom)

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan tentu mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” pungkas Dian.

Selain pembagian dividen, RUPST tersebut juga menyetujui rencana program buyback saham Perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun. Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap atau sekaligus dan diselesaikan dalam periode dua belas bulan setelah disetujui pada RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Aksi korporasi ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar. RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris guna memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom dalam mengawal dan mengawasi agenda transformasi serta menghadapi dinamika industri digital.

2. Susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2025

Jajaran Komisaris dan Direksi Telkom hasil keputusan RUPS Tahunan tahun buku 2025. (Dok. Telkom)

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo

  • Komisaris Independen : Deswandhy Agusman

  • Komisaris Independen : Anthony Leong

  • Komisaris Independen : Ira Noviarti

  • Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim

  • Komisaris : Rizal Mallarangeng

  • Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah

  • Komisaris : Ossy Dermawan

Jajaran Direksi

  • Direktur Utama : Dian Siswarini

  • Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine

  • Direktur Human Capital Management : Willy Saelan

  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra

  • Direktur Network : Nanang Hendarno

  • Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji

  • Direktur Wholesale & International Service : Budi Satria Dharma Purba

  • Direktur IT Digital     : Faizal R. Djoemadi

  • Direktur Legal & Compliance    : Andy Kelana

3. Komitmen Telkom terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah

Gedung TelkomGroup (dok. Telkom)

Sepanjang tahun 2025 hingga periode kuartal pertama 2026, Telkom menunjukkan progres eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan dengan fokus pada empat pilar utama. Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.

Upaya Perseroan dalam rangka merealisasikan transformasi menghasilkan pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang antara lain ditunjukkan dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun. Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income.

Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat. Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi noncore dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group berhasil diselesaikan pada (2/6). Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Sementara itu, dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun fondasi untuk memperkuat struktur bisnis dan menyiapkan pertumbuhan yang lebih berkualitas ke depan, sejalan dengan upaya Perseroan dalam menciptakan nilai dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dian. (WEB)

Editorial Team

Related Article