Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka rute baru Transjabodetabek B51 Cawang–Cikarang yang melayani masyarakat dari Cawang, Jakarta Timur, hingga kawasan industri Cikarang dan sekitarnya. Pembukaan rute ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat konektivitas transportasi publik lintas wilayah Jabodetabek. (dok. Pemprov DKI Jakarta)
Tak berhenti di kawasan industri, Pemprov DKI Jakarta juga memperluas layanan Transjabodetabek hingga Bandara Soekarno-Hatta. Melalui rute SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang diresmikan pada Maret 2026, masyarakat kini dapat menuju bandara menggunakan layanan bus langsung tanpa perlu berganti kendaraan.
Kehadiran rute tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang masih mendominasi perjalanan menuju bandara.
“Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun,” ujar Pramono saat peresmian layanan SH2 di Terminal Blok M, Kamis (12/3/2026).
Pada masa awal operasional, tarif layanan ditetapkan sebesar Rp3.500 sebagai bagian dari masa promosi selama tiga bulan. Setelah masa evaluasi, tarif direncanakan berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih terjangkau dibandingkan biaya perjalanan menuju bandara menggunakan taksi maupun layanan transportasi daring yang dapat mencapai ratusan ribu rupiah, terutama saat lalu lintas padat.
Layanan SH2 diproyeksikan mampu melayani sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang per hari. Untuk mendukung operasionalnya, Transjakarta menyiapkan 14 armada dengan waktu tunggu sekitar 10–20 menit.