Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Konsulat AS di Kanada Jadi Sasaran Penembakan Lagi, Pelaku Kabur

Konsulat AS di Kanada Jadi Sasaran Penembakan Lagi, Pelaku Kabur
bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Robert Linder)
Intinya Sih
  • Konsulat AS di Toronto kembali ditembak pada 27 Juli 2026, kali kedua tahun ini. Tidak ada korban, tetapi bagian depan gedung rusak dan pelaku kabur dengan sedan putih tanpa pelat.
  • Polisi Toronto menemukan selongsong peluru dan menyelidiki jumlah pelaku bersama RCMP serta mitra internasional. Pengejaran kendaraan dihentikan karena kecepatannya dinilai membahayakan keselamatan.
  • Insiden ini menyusul penembakan Maret 2026 yang terkait dua tersangka muda. Otoritas AS dan Kanada, termasuk Wali Kota Toronto, mengecam serangan serta mendukung penyelidikan menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Konsulat Amerika Serikat (AS) di kota Toronto, Kanada, menjadi sasaran penembakan pada Senin (27/7/2026). Ini merupakan kali kedua fasilitas diplomatik tersebut diserang dengan senjata api tahun ini.

Dilansir BBC, seorang petugas yang berjaga di luar gedung mendengar suara satu tembakan sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Setelah itu, sebuah mobil sedan putih tanpa pelat nomor terlihat melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi sempat melakukan pengejaran, tapi kemudian menghentikannya karena kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

Tidak ada yang terluka dalam serangan tersebut. Satu selongsong peluru ditemukan di lokasi kejadian dan bagian depan bangunan mengalami kerusakan.

1. Polisi luncurkan penyelidikan dengan bantuan mitra penegak hukum internasional

ilustrasi polisi menjaga keamanan
ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)

Wakil Kepala Kepolisian Toronto, Frank Barredo, mengatakan sedikitnya dua orang berada di dalam gedung konsulat saat kejadian. Namun, bangunan tersebut memiliki sistem perlindungan yang sangat kuat sehingga orang-orang di dalamnya kemungkinan besar tidak mendengar suara tembakan.

Hingga kini, polisi belum mengetahui jumlah pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan sejumlah mitra penegak hukum internasional.

"Kami akan menyeret pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan," tambah Barredo.

2. Wali Kota Toronto kecam penembakan tersebut

bendera Kanada (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri)
bendera Kanada (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri)

Dalam unggahan di media sosial X, Konsulat AS di Toronto menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas respons cepat mereka terhadap penembakan tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa Washington bekerja sama erat dengan pihak berwenang Kanada dalam penyelidikan insiden tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Toronto, Olivia Chow, mengecam penembakan tersebut dengan menyebutnya sebagai serangan terang-terangan dan nekat. "Saya ingin mengatakan kepada pihak yang bertanggung jawab: Kami akan menangkap Anda," ujarnya.

3. Konsulat AS di Toronto pernah ditembak sebelumnya pada Maret 2026

ilustrasi peluru
ilustrasi peluru (unsplash.com/Cody Wingfield)

Dilansir Al Jazeera, Konsulat AS di Toronto sebelumnya juga pernah menjadi sasaran penembakan pada 10 Maret 2026. Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Namun, seorang polisi tewas saat operasi memburu tersangka pada Juni.

Dua pria berusia 18 dan 19 tahun kemudian ditangkap sehubungan dengan penembakan itu. Polisi mengatakan bahwa keduanya direkrut untuk melakukan serangkaian aksi kekerasan yang menargetkan sinagoga, sekolah Yahudi, perusahaan pengelolaan sampah dan Konsulat AS. Akhir pekan lalu, dua toko roti milik warga Yahudi di Toronto juga menjadi sasaran serangan, dengan salah satunya ditembaki.

"Saya sangat muak dengan aksi penembakan dan vandalisme yang terjadi di Toronto selama beberapa hari terakhir," ujar Perdana Menteri Ontario, Doug Ford. Ia berharap para pelaku dapat ditemukan dan dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga mengaku sangat terkejut atas insiden tersebut. Ia pun memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan membawa pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More