Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendukung penuh langkah kejaksaan yang menindak tegas bila ditemukan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejaksaan Agung (Kejagung) disebut sudah menjemput tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak pukul 04.00 WIB.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Jefri, mengatakan penjemputan ketiganya akan dirilis resmi Kejagung pada sore ini. Tiga pimpinan yang dijemput penyidik Kejagung yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya. Dadan dijemput tak lama usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
"Kami di Komisi III DPR mendukung penuh langkah kejaksaan untuk menindak tegas, apabila terjadi korupsi di proyek MBG," ujar Sahroni menanggapi pencopotan pimpinan BGN, Rabu (3/6/2026).
Politikus Partai NasDem itu menyebut MBG merupakan program mulia yang digagas Presiden Prabowo Subianto, anggarannya pun tidak sedikit. Pada 2026, anggaran untuk program MBG mencapai Rp268 triliun. Lantaran besarnya nominal anggaran, maka dikhawatirkan rawan diselewengkan.
"MBG ini program mulia, namun karena dananya yang begitu besar, saya yakin sangat rawan sekali terjadi korupsi," tutur politikus yang belum lama ini dijatuhi sanksi etik legislatif itu.
Sahroni juga menilai langkah Prabowo mengganti Dadan sudah tepat. Penggantian itu kemudian ditindak lanjuti dengan penggeledahan kantor BGN di Jakarta Pusat hari ini.
"Ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo menjaga MBG berjalan di jalur yang benar," kata Sahroni.
