Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sahroni Dukung Penuh Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di BGN
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ungkap alasan Presiden Prabowo pertahankan Listyo sebagai Kapolri. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Komisi III DPR melalui Ahmad Sahroni menyatakan dukungan penuh terhadap Kejaksaan Agung dalam mengusut dugaan korupsi di program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Kejagung menjemput tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional, yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya, untuk penyelidikan kasus dugaan korupsi MBG.
  • Program MBG dengan anggaran Rp268 triliun dinilai rawan penyelewengan, dan langkah Presiden Prabowo mengganti pimpinan BGN dianggap menunjukkan keseriusan menjaga integritas program tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tadi pagi, tiga orang mantan bos di Badan Gizi Nasional dijemput sama orang kejaksaan karena katanya ada dugaan korupsi di program Makan Bergizi Gratis. Program itu punya uang banyak banget buat kasih makan sehat. Pak Sahroni dari DPR bilang dia dukung kejaksaan biar semua jujur dan programnya tetap baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendukung penuh langkah kejaksaan yang menindak tegas bila ditemukan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejaksaan Agung (Kejagung) disebut sudah menjemput tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak pukul 04.00 WIB.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Jefri, mengatakan penjemputan ketiganya akan dirilis resmi Kejagung pada sore ini. Tiga pimpinan yang dijemput penyidik Kejagung yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya. Dadan dijemput tak lama usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.

"Kami di Komisi III DPR mendukung penuh langkah kejaksaan untuk menindak tegas, apabila terjadi korupsi di proyek MBG," ujar Sahroni menanggapi pencopotan pimpinan BGN, Rabu (3/6/2026).

Politikus Partai NasDem itu menyebut MBG merupakan program mulia yang digagas Presiden Prabowo Subianto, anggarannya pun tidak sedikit. Pada 2026, anggaran untuk program MBG mencapai Rp268 triliun. Lantaran besarnya nominal anggaran, maka dikhawatirkan rawan diselewengkan.

"MBG ini program mulia, namun karena dananya yang begitu besar, saya yakin sangat rawan sekali terjadi korupsi," tutur politikus yang belum lama ini dijatuhi sanksi etik legislatif itu.

Sahroni juga menilai langkah Prabowo mengganti Dadan sudah tepat. Penggantian itu kemudian ditindak lanjuti dengan penggeledahan kantor BGN di Jakarta Pusat hari ini.

"Ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo menjaga MBG berjalan di jalur yang benar," kata Sahroni.

Editorial Team

Related Article