Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dua JPO Rasuna Said Tak Terhubung Meski Berdekatan, Ini Alasannya!

Dua JPO Rasuna Said Tak Terhubung Meski Berdekatan, Ini Alasannya!
JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • Dua JPO di Jalan H.R. Rasuna Said tidak terhubung karena dibangun pada waktu dan fungsi berbeda: satu untuk penyeberangan umum, satu untuk integrasi LRT Jabodebek dan TransJakarta.

  • Setelah halte TransJakarta dipindahkan ke bawah stasiun terintegrasi, akses halte dialihkan ke JPO integrasi yang juga memiliki area gratis dan lift bagi masyarakat umum serta pengguna berkebutuhan akses.

  • Penyambungan dinilai berisiko karena perbedaan elevasi 75 sentimeter dan jarak horizontal 60 sentimeter; akses turun kedua JPO berjarak sekitar 50 meter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdekatan di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, menuai sorotan publik. Sebab, meski dibangun berdampingan, kedua struktur jembatan tersebut tidak saling terhubung.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengungkapkan kedua JPO tersebut berada di lokasi yang berdekatan namun terpisah karena dibangun pada waktu dan fungsi yang berbeda.

JPO pertama merupakan struktur eksisting milik Pemprov DKI Jakarta yang telah lebih dahulu berdiri untuk penyeberangan umum.

"Sementara itu, JPO kedua merupakan JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta," ucapnya saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (4/8/2026).

1. JPO eksisting pernah menjadi akses langsung menuju halte Transjakarta

JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026).
JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Wenny menjelaskan, sebelum Halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting juga menjadi akses langsung menuju halte Transjakarta.

"Namun, setelah halte dipindahkan dan diintegrasikan dengan Stasiun LRT Jabodebek, akses menuju halte tidak lagi melalui JPO eksisting, melainkan melalui JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek," katanya.

2. Manfaat JPO Integrasi bagi masyarakat

JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026).
JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Wenny menerangkan, JPO integrasi tidak hanya dimanfaatkan penumpang LRT Jabodebek dan Transjakarta untuk berpindah moda transportasi, tetapi juga dapat digunakan masyarakat umum sebagai sarana penyeberangan jalan.

“JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses,” ujarnya.

3. Alasan teknis tak bisa dihubungkan demi keselamatan

JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026).
JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Terkait usulan menyambungkan kedua JPO, Dinas Bina Marga menegaskan rencana tersebut memerlukan kajian teknis mendalam dari pihak LRT Jabodebek sebagai pemilik dan pengelola struktur integrasi.

Berdasarkan analisis lapangan, terdapat kendala fisik yang sangat berisiko. Kedua JPO memiliki perbedaan ketinggian (elevasi) lantai sekitar 75 sentimeter, sedangkan jarak horizontal antarkeduanya sangat terbatas, yakni hanya 60 sentimeter.

"Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp yang memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna," ucapnya.

4. Kedua JPO masih bisa dimanfaatkan masyarakat

JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026).
JPO Rasuna Said yang viral, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Meski tidak terhubung secara fisik, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk menggunakan kedua JPO tersebut sebagai fasilitas penyeberangan sesuai titik akses yang dibutuhkan. Jarak antara akses turun kedua JPO juga relatif dekat, yakni sekitar 50 meter, sehingga masyarakat masih dapat memilih fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas penyeberangan sesuai fungsi dan peruntukannya serta senantiasa mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas,” ucap Wenny

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More