Jakarta, IDN Times - Pemulihan permukiman penyintas galodo di Sumatera Barat terus dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) dan infrastruktur pendukung. Upaya ini sejalan dengan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRR) yang mengedepankan prinsip Build Back Better, Safer and Sustainable, yakni membangun kembali dengan lebih baik, aman, dan berkelanjutan.
Renduk PRR menekankan bahwa pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan rumah yang rusak atau hilang, tetapi juga memperhatikan keamanan lokasi hunian, kawasan rawan bencana, serta ketersediaan infrastruktur dasar. Pembangunan kembali permukiman perlu mempertimbangkan Peta Zona Rawan Bencana (ZRB) agar warga tidak kembali menempati kawasan berisiko tinggi.
Implementasi pemulihan tersebut terlihat di Kabupaten Agam melalui pembangunan huntap mandiri dan di Kota Padang melalui penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). Di Agam, terdapat rencana pembangunan 1.124 unit rumah, sedangkan pekerjaan infrastruktur pendukung huntap di Padang telah mencapai progres fisik 65 persen pada awal November 2026.