Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin

Intinya sih...

  • KPK memeriksa Sekda Bekasi Endin Samsudin dan delapan saksi terkait dugaan korupsi Bupati Ade Kuswara Kunang.

  • Bupati Bekasi, ayahnya, dan pihak swasta terjaring dalam OTT KPK pada Desember 2025, menetapkan tiga tersangka.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekda Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin. Dia diperiksa dalam dugaan korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, Endin diperiksa KPK terkait peran ayah Ade Kuswara, HM Kunang. Kunang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK.

"Saksi didalami terkait sejauh mana peran tersangka HMK dalam proses mutasi dan promosi jabatan kepala dinas di Pemkab Bekasi," ujar Budi pada Kamis (22/1/2026).

1. KPK panggil delapan saksi

Gedung KPK (IDN Times/Aryodamar)

Diberitakan, Sekda Bekasi Endin Samsudin diperiksa KPK pada Rabu (21/1/2026). Dia dipanggil KPK bersama Romli Romliandi alias Obing selaku Dewas PDAM Tirta Bhagasasi; Muhamad Reza selaku Ajudan Bupati; Arief Firmansyah, Endung Mulyadi, Ilan Setiawan, dan Suwaji selaku wiraswasta; Yuda Nugraha selaku staf tersangka Sarjan.

2. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, HM Kunang, dan Sarjan kena OTT KPK

KPK tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya tersangka (IDN Times/Aryodamar)

Ade Kuswara terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis (18/12/2025). Setelah pemeriksaan, KPK menetapkan tiga tersangka.

Mereka adalah Ade Kuswara Kunang selaku Bupati Bekasi, H.M Kunang yang merupakan Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah Ade Kuswara, serta pihak swasta bernama Sarjan.

3. Ade Kuswara diduga terima Rp14,2 miliar

KPK tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya tersangka (IDN Times/Aryodamar)

Ade diduga menerima uang Rp14,2 miliar dari berbagai pihak. Ayahnya berperan sebagai perantara sebagian uang korupsinya, sedangkan Sarjan diduga memberikan Rp9,5 miliar kepada Ade.

Atas perbuatannya, ADK bersama-sama HMK selaku pihak penerima disangkakan Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara, SRJ selaku pihak pemberi disangkakan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi.

Editorial Team