Sempat Kena OTT, Rustian Keluar KPK Bawa Tas Berlogo DWP

- Sekretaris Utama BNPB Rustian keluar dari Gedung KPK pada Rabu siang setelah diperiksa intensif usai terjaring OTT, lalu meninggalkan lokasi tanpa menjawab pertanyaan media.
- KPK membenarkan Rustian diamankan terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB; operasi ini menjadi OTT ke-22 KPK sepanjang 2026.
- Selain Rustian, 13 pihak lain turut ditangkap. KPK menyita barang bukti berupa uang tunai dengan hitungan awal sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas.
Jakarta, IDN Times - Setelah sempat kena Operasi Tangkap Tangan KPK pada Selasa (13/10/2026), Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rustian, melenggang santai keluar dari gedung antirasuah pukul 14.52 WIB, Rabu (14/10/2026).
Puluhan awak media langsung mengerumuninya dan bergegas mengikuti langkah Rustian hingga ke pinggir jalan. Tampak, Rustian membawa dua tas di tangan kirinya. Tas cokelat berlogo Dharma Wanita Persatuan (DWP) tampak penuh, namun saat ditanya lebih lanjut, Rustian tetap bungkam.
Ia tak merespons pertanyaan yang diajukan kepadanya dan hanya terus melangkah menuju halte di samping Gedung KPK dan naik taksi biru meninggalkan awal media tanpa satu kata.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan Rustian merupakan salah satu pihak yang diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
"Benar, salah satu yang diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK adalah Sestama BNPB," ucap Budi.
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rustian terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Ini adalah OTT ke-22 KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, ada 13 kepala daerah dan delapan non-kepala daerah yang kena OTT pada 2026.
"Adapun kegiatan penyelidikan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB," ujar Budi di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Selain Rustian, KPK juga menangkap 13 pihak lainnya. Dalam tangkap tangan ini, KPK menemukan emas dan uang.
"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar," ungkap Budi.



















