Comscore Tracker

30 Maret Hari Film Indonesia: Sejarah dan Ucapannya

Yuk, dukung perfilman Indonesia agar lebih maju!

Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Proyeksi film Indonesia pertama muncul pada masa kolonial, yang mana film-film tersebut terbatas hanya dapat ditonton oleh orang-orang Eropa dan Amerika.

Barulah pada tahun 1950, perusahaan-perusahaan film nasional kemudian berdiri salah satunya Perusahaan Film Nasional (Perfini). Dipelopori oleh Umar Ismail, berikut sejarah Hari Film Indonesia yang diperingati pada tanggal 30 Maret setiap tahunnya.

Baca Juga: 10 Film Horor Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Mana Film Favoritmu?

1. Pengusulan tanggal untuk Hari Film Indonesia

30 Maret Hari Film Indonesia: Sejarah dan UcapannyaUmar Ismail (ensiklopedia.kemdikbud.go.id)

Sidang Majelis Musyawarah Perfilman Indonesia (MMPI) dalam rangkaian FFI 84 yang diselenggarakan di Yogyakarta mengusulkan tanggal 6 Oktober dan 30 Maret sebagai Hari Film Indonesia. Pengusulan tersebut berkaitan dengan Umar Ismail dan penyerahan studio Nipon Eiga Sha.

Meski Loetoeng Kasaroeng adalah judul film yang dibuat pertama kalinya di Indonesia (1926), namun film bisu tersebut disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp asal Belanda. Barulah pada tanggal 30 Maret 1950, Umar Ismail memulai pengambilan gambar film Darah dan Doa atau The Long March. Di mana film tersebut menjadi film pertama yang benar-benar di sutradarai dan di produksi oleh perusahaan film asli Indonesia, yakni Perfini (Perusahaan film nasional Indonesia).

Adapun tanggal 6 Oktober diusulkan karena hari itu pemerintah Jepang menyerahkan studio Nipon Eiga Sha kepada pemerintah Republik Indonesia. Studio tersebut pun sempat jatuh ke tangan Belanda saat pemerintahan pindah ke Yogyakarta dan berubah nama menjadi Multi Film. Saat Indonesia berdaulat penuh, Multi Film pun dapat dikuasai Indonesia lagi dan berubah nama beberapa kali dari Pusat Pilem Negara (PPN), Pusat Film Negara (PFN), lalu Pusat Produksi Film Negara (PPFN).

Baca Juga: 7 Film Indonesia Siap Tayang Februari 2022, Ada KKN di Desa Penari

2. Ditetapkannya Hari Film Indonesia

30 Maret Hari Film Indonesia: Sejarah dan Ucapannyacuplikan film Darah dan Doa (1950) (newmandala.org)

Hari Film Indonesia ditetapkan pada tanggal 30 Maret melalui Konferensi Kerja Dewan Film Indonesia bersama Organisasi Perfilman di Jakarta pada 11 Oktober 1962. Bunyi ketetapannya yaitu:

“Menetapkan hari shooting pertama dalam pembuatan film nasional yang pertama DARAH DAN DOA atau The Long March sebagai Hari Film Nasional.”

Darah dan Doa merupakan film hitam putih yang bercerita tentang perjalanan panjang (long march) pejuang Republik Indonesia yang diperintahkan kembali ke markas semula dari Yogyakarta ke Jawa Barat. Sejak penetapan itulah, 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Indonesia.

Meski begitu, pemerintah baru menetapkannya secara resmi pada tahun 1999 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1999. Keppres tersebut disahkan oleh Presiden BJ Habibie pada tanggal 29 Maret 1999.

3. Film sebagai alat propaganda politik

30 Maret Hari Film Indonesia: Sejarah dan Ucapannyacuplikan film Darah dan Doa (1950) (encyclopedia.jakarta-tourism.go.id)

Pada masa penjajahan Jepang, film di Indonesia dijadikan sebagai alat propaganda politik. Pemutaran film di bioskop hanya dibatasi untuk film propagada dan film Indonesia yang sudah ada sebelumnya.

Bisa dibilang ini era surutnya film nasional, hal ini membatasi mata pencaharian dan ruang gerak perusahaan film swasta. Jalan keluar untuk berkembang adalah dengan panggung sandiwara, salah satunya adalah sandiwara amatir MAYA didirikan dari sekumpulan seniman terpelajar dibawah pimpunan Usmar Ismail yang kelak jadi Bapak Perfilman Nasional.

4. Ucapan Hari Film Indonesia

30 Maret Hari Film Indonesia: Sejarah dan Ucapannyailustrasi ucapan Hari Film Indonesia (sketzhbook.com)

Adanya Hari Film Indonesia menjadi upaya untuk meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan apresiasi para insan perfilman Inonesia dalam berkarya. Berkut ucapan Hari Film Indonesia yang bisa jadi referensi kamu:

“Selamat Hari Film Indoneia! Semoga fim Indonesia dapat terus memberi inspirasi kita semua dan menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memajukan bangsa.”

“Happy National Film Day! Onward Indonesian movie and proud of Indonesian movie!”

“Yuk, terus dukung dan apresiasi film Indonesia agar dapat menjadi wajah kebanggan Indonesia di kancah internasional. Selamat Hari Film Indonesia!”

“Selamat Hari Film Indonesia. Tebarkan inspirasi dan pesan positif untuk negeri, maju terus perfilman Indonesia.”

“Doa terbaik untuk dunia perfilman Indonesia, juga untuk para pembuat filmnya. Semoga lebih dewasa dalam berkarya dan berani keluarkan ide-ide liar dan kreatifmu.”

Itulah sejarah Hari Perfilman Indonesia yang diperingati setiap tahunnya pada 30 Maret. Film Indonesia apa saja nih, yang paling berkesan menurutmu? Tulis di kolom komentar, ya.

Baca Juga: 5 Langkah Menulis Skenario Film untuk Film Maker Pemula

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Cynthia Nanda Irawan
  • Stella Azasya

Berita Terkini Lainnya