Survei 2 Tahun Prabowo: Seskab Teddy Paling Populer, Amran Menteri Terbaik

Survei Matriks Politik Indonesia menempatkan Seskab Teddy Indra Wijaya sebagai pejabat paling populer dengan tingkat popularitas 88,88 persen.
Mentan Amran Sulaiman dinilai sebagai menteri terbaik dengan penilaian 75,1 persen, disusul Nasaruddin Umar dan Prasetyo Hadi.
Survei melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia dan memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Jakarta, IDN Times - Lembaga Matriks Politik Indonesia merilis survei terkait popularitas jajaran menteri dan pejabat strategis lainnya di tubuh Kabinet Merah Putih selama dua tahun pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hasil survei tersebut menunjukkan, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi pejabat paling dikenal publik, sedangkan Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman dinilai sebagai menteri terbaik.
Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia, Supriyadi mengatakan, tingkat popularitas Seskab Teddy mencapai 88,88 persen, disusul oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 85,3 persen dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono 79,5 persen.
Sementara itu di jajaran menteri dan pejabat dengan penilaian terbaik, Mentan Amran menduduki peringkat pertama sebesar 75,1 persen. Posisi berikutnya diraih oleh Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar 70,4 persen dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi 68,8 persen.
“Seskab Teddy paling populer di mata publik, sedang Mentan Amran Sulaiman dinilai terbaik di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Supriyadi dalam keterangannya di Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
1. Seskab Teddy populer berkat dekat dengan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat virtual untuk memantau penanganan karhutla, kecelakaan kapal, pencarian korban, dan pascagempa NTT di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Instagram.com/Sekretariat Kabinet) Menurut Supriyadi, popularitas Teddy sangat tinggi berkat kedekatannya dengan Presiden Prabowo dalam berbagai aktivitas kenegaraan maupun kemunculannya di depan publik.
“Peran Teddy sebagai Seskab menjadikannya sangat strategis untuk mengatur koordinasi para menteri dan pejabat tinggi lainnya. Teddy pun kerap tampil untuk menjelaskan kebijakan pemerintah dalam konferensi pers bersama menteri-menteri dan pejabat terkait,” ucap Supriyadi.
Hadirnya Teddy dalam momen-momen seperti itu menunjukkan wajah presiden dan dukungan kuat terhadap arah kebijakan yang ditelurkan.
Bahkan, nama Teddy pun masuk dalam peringkat lima besar menteri dengan penilaian terbaik.
“Popularitas dan penilaian yang baik terhadap Teddy memberi peluang menjadi kuda hitam di masa depan,” turur Supriyadi.
Sementara pejabat di kabinet yang populer kedua ialah Bahlil. Ketua Umum Golkar itu dinilai dikenal luas publik karena kebijakannya di bidang energi maupun gaya komunikasinya yang lugas dan cair.
“Posisi Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar menjadikannya sebagai anggota koalisi yang sangat diperhitungkan Prabowo, dengan sejumlah penugasan strategis yang membuatnya kerap tampil di panggung kebijakan,” terang Supriyadi.
“Demikian pula dengan AHY, sebagai Ketua Umum Demokrat dan potensial menjadi pemimpin nasional ke depan, popularitasnya sangat tinggi di tengah publik,” sambungnya.
Nama AHY kerap masuk dalam bursa Pilpres mendatang, meskipun masih harus bersaing dengan tokoh-tokoh lain yang popularitas dan elektabilitasnya jauh lebih tinggi.
Menteri lain dengan popularitas tinggi ialah Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (78,8 persen), Menteri Pertanian Amran Sulaiman (77,7 persen), dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (73,8 persen).
Lalu ada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid (72,9 persen), Menteri Agama Nasaruddin Umar (71,2 persen), Menko Pangan Zulkifli Hasan (62,8 persen), dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (58,4 persen).
2. Mentan Amran dinilai punya kinerja positif

Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon A. Mantiri, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (9/8/2026). (Instagram/@sekretariat presiden) Supriyadi juga memaparkan faktor Mentan Amran dianggap jadi pejabat dengan kinerja terbaik di kabinet. Menurutnya, Amran yang sudah membidangi sektor pertanian sejak masa Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo terbukti memiliki kinerja sangat baik dan penilaian positif dari publik.
Amran dianggap berhasil mewujudkan target ambisius Prabowo untuk membawa Indonesia mencapai swasembada beras dalam setahun pemerintahan.
“Amran juga menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi dan mempertahankan kebijakan harga pembelian (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram,” terang Supriyadi.
Hasilnya, nilai tukar petani (NTP) mencapai 131,11 pada September 2026, mencatatkannya sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras Amran dan jajaran Kementerian Pertanian dengan turun langsung ke lapangan, disertai ketegasan dalam memberantas mafia pangan.
“Tidak hanya dinilai terbaik, Amran pun dikenal luas oleh publik dengan tingkat popularitas yang tinggi,” ujar Supriyadi.
Kemudian, Menag Nasaruddin menempati peringkat kedua menteri terbaik karena kepemimpinannya di bidang agama yang menyejukkan dan membawa kedamaian bagi bangsa.
“Indeks kerukunan umat beragama pada 2025 mencatat rekor tertinggi sebesar 77,89, berkorelasi penting dalam menjaga stabilitas dan iklim berusaha tetap kondusif,” papar Supriyadi
Pada peringkat ketiga terbaik, Mensesneg Prasetyo tidak hanya menjalankan proses pengambilan keputusan strategis di Istana, tapi juga mampu mengkomunikasikan kepada publik dengan fokus dan tegas.
“Bahkan di tengah kegaduhan yang ada, Prasetyo muncul dengan penjelasan yang sangat tenang dan tidak memancing polemik,” jelas Supriyadi.
Nama-nama menteri lain yang dinilai terbaik adalah Mendikdasmen Abdul Mu’ti (65,5 persen), Seskab Teddy (63,8 persen), dan AHY (60,2 persen). Berikutnya ada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (55,7 persen) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (52,1 persen). Lalu ada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (50,6 persen) serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (45,7 persen).
3. Survei digelar 10 sampai 15 Oktober 2025

Ilustrasi survei. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Adapun, survei Matriks Politik Indonesia diselenggarakan pada 10 sampai 15 Oktober 2026 kepada 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Margin of error dalam survei ini ialah sebesar kuranh lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.













![[INFOGRAFIS] Rencana Perjalanan Haji 2027: Gelombang Pertama Terbang 11 April](https://image.idntimes.com/post/20260531/upload_387ca8fb793fa442bf3c923192f8d8b2_4e770a24-a927-474f-aa26-9948f027f4e8_watermarked_idntimes-1.jpg)




