Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stasiun MRT Blok A Kini Bernama Blok A Visa Berkat Adanya Naming Rights
MRT Jakarta resmikan Blok A Visa (Dok/MRT Jakarta)
  • PT MRT Jakarta dan Visa mengubah nama Stasiun Blok A menjadi Stasiun Blok A Visa pada Selasa (11/8/2026).
  • Perubahan nama ini membuat jumlah stasiun Fase 1 Lin Utara Selatan dengan program hak penamaan menjadi 11 stasiun.
  • Kerja sama tersebut juga melengkapi pembayaran perjalanan menggunakan kartu kredit nirsentuh Visa dan memberi eksposur merek bagi mitra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari 2026

Tuhiyat menyebut Blok A akan mendapatkan mitra dari perbankan internasional, tetapi identitasnya belum diumumkan saat itu.

Selasa (11/8/2026)

PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Visa resmi mengubah nama Stasiun Blok A menjadi Stasiun Blok A Visa. Peresmian dihadiri pejabat DKI Jakarta serta perwakilan MRT dan Visa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nama Stasiun Blok A diubah menjadi Stasiun Blok A Visa melalui program hak penamaan stasiun MRT.
  • Who?
    PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Visa melakukan kerja sama ini, disaksikan pejabat DKI Jakarta serta perwakilan MRT dan Visa.
  • Where?
    Stasiun Blok A dan Fase 1 Lin Utara Selatan MRT Jakarta.
  • When?
    Selasa (11/8/2026).
  • Why?
    Kerja sama menjadi bagian dari program hak penamaan dan melengkapi kolaborasi pembayaran perjalanan menggunakan kartu kredit nirsentuh Visa.
  • How?
    PT MRT Jakarta dan Visa meresmikan perubahan nama stasiun serta menghubungkannya dengan pembayaran open-loop menggunakan kartu berstandar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stasiun Blok A sekarang bernama Stasiun Blok A Visa. MRT Jakarta bekerja sama dengan Visa. Namanya berubah pada Selasa (11/8/2026). Visa juga membantu orang membayar perjalanan dengan kartu tanpa tiket atau kartu khusus. Sekarang ada 11 stasiun di Fase 1 Lin Utara Selatan yang punya program nama seperti ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program hak penamaan memberi ruang bagi MRT Jakarta untuk membangun kolaborasi dengan dunia usaha sambil mempertahankan fungsi stasiun sebagai fasilitas publik. Skema ini juga dikaitkan dengan optimalisasi aset dan pendapatan non-tiket. Kehadiran pembayaran langsung menggunakan kartu berstandar global turut menambah pilihan pembayaran perjalanan bagi pengguna transportasi publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Visa resmi mengubah nama Stasiun Blok A, menjadi Stasiun Blok A Visa, Selasa (11/8/2026). Kerja sama ini menjadi bagian dari program hak penamaan stasiun MRT sekaligus melengkapi kolaborasi pembayaran perjalanan menggunakan kartu kredit nirsentuh Visa.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, kerja sama tersebut menambah jumlah stasiun Fase 1 Lin Utara Selatan, yang memakai program hak penamaan menjadi 11 stasiun.

1. MRT klaim jadi pionir naming rights

MRT Jakarta resmikan Blok A Visa (Dok/MRT Jakarta)

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan; Direktur Pengembangan Bisnis MRT, Farchad Mahfud; Group Country Manager IPVMC, Ana Vanconcellos; dan Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari. Ujang mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai dapat mendukung kualitas layanan transportasi publik Jakarta.

Ujang mengatakan program hak penamaan menunjukkan ruang publik dapat menjadi media kolaborasi dengan dunia usaha, tanpa menghilangkan fungsi fasilitas publik.

“Bagi MRT Jakarta, program hak penamaan stasiun ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi media kolaborasi dengan dunia usaha atau bisnis, tanpa mengurangi fungsinya sebagai fasilitas publik," ujarnya.

2. Visa dorong pembayaran nirsentuh

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meluncurkan pembayaran tiket nirsebtuh MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menyebut kerja sama ini juga berkaitan dengan kemudahan pembayaran transportasi. Pembayaran langsung dengan kartu standar global, tanpa tiket penting di era transportasi modern.

“Pembayaran open-loop atau pembayaran langsung dengan kartu berstandar global tanpa tiket atau kartu khusus, menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern, karena membuat transportasi publik menjadi lebih mudah diakses,” kata Vira.

3. Hak penamaan memberikan eksposur merek

Ilustrasi MRT Jakarta/ IDN Times Dini Sucatiningrum

Sebelum Blok A Visa diresmikan, MRT Jakarta telah mengembangkan skema hak penamaan sebagai bagian dari optimalisasi aset dan pendapatan non-tiket. Pada Januari 2026, Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut Blok A akan mendapatkan mitra dari perbankan internasional, tetapi identitasnya belum diumumkan saat itu.

Dalam perkembangan berikutnya, MRT Jakarta juga memperluas penggunaan naming rights di fasilitas lain, termasuk Blok M Hub yang kemudian menggandeng GoTo melalui nama Blok M Hub Gojek.

MRT mengungkapkan hak penamaan memberikan exposure merek kepada mitra, sekaligus menjadi bentuk kerja sama komersial di ruang transportasi publik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article