Ribuan Siswa di Jerman Protes Tolak Rencana Wajib Militer

- Lebih dari 45 ribu siswa dilaporkan mogok sekolah dan berdemonstrasi di berbagai kota Jerman pada 25 September 2026, menolak wacana pengembalian wajib militer.
- Kementerian Pertahanan mewajibkan siswa laki-laki mengisi kuesioner kesehatan, sementara perempuan sukarela; laki-laki berusia 18 tahun nantinya harus menjalani tes kebugaran, meski sistem masih sukarela.
- Jerman menerima pesawat tempur F-35 pertama untuk memodernisasi angkatan udara dan memperkuat kemampuan deterensi, di tengah kekhawatiran keamanan Eropa serta ancaman Rusia.
Jakarta, IDN Times - Ratusan ribu siswa di berbagai kota di Jerman mengadakan aksi protes pada Jumat (25/9/2026). Mereka menolak dikembalikannya wajib militer yang berfungsi meningkatkan jumlah personel militer di Jerman.
Beberapa tahun terakhir, Jerman terus meningkatkan kapabilitas militernya di tengah ancaman Rusia. Berlin juga sudah mengirimkan ribuan personel militernya ke Lithuania secara permanen untuk menjaga keamanan.
1. Lebih dari 45 ribu siswa ikut dalam demonstrasi

ilustrasi bendera Jerman di Reichstag, Berlin (pexels.com/ingo) Menurut keterangan dari penyelenggara, lebih dari 45 ribu siswa mengadakan aksi mogok sekolah. Mereka turun ke jalan untuk memprotes wacana pengembalian wajib militer di Jerman yang akan berdampak pada mereka.
Dilansir Democrata, aparat keamanan di Berlin memperkirakan bahwa jumlah peserta demonstrasi ini mencapai 2.400 siswa. Sementara di sejumlah kota lainnya, respons dalam masalah ini jauh lebih kecil atau sekitar 700 peserta di Muenchen dan 400 orang di Nuernberg.
2. Jerman wajibkan siswa untuk mengisi kuesioner kesehatan

ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/iamateapot) Kementerian Pertahanan Jerman mewajibkan siswa laki-laki dan sukarela bagi perempuan untuk mengisi kuesioner. Nantinya, semua laki-laki berusia 18 tahun akan diharuskan mengikuti tes kesehatan untuk mengecek kondisi kebugaran untuk kemungkinan wajib militer.
Dilansir Anadolu Agency, sistem saat ini masih tetap berstatus sukarela dan tidak ada kewajiban bagi warga berusia 18 tahun untuk ikut wajib militer. Sejak Juli, sekitar 1.000 warga laki-laki berusia 18 tahun sudah menunjukkan ketertarikan bergabung dalam militer Jerman.
3. Jerman terima pesawat tempur F-35 pertama

Pesawat tempur F-35. (unsplash.com/christiangag) Pekan ini, Jerman sudah menerima pesawat tempur F-35 pertamanya. Pesawat tempur tersebut dibeli untuk memodernisasi Angkatan Udara Jerman di tengah kekhawatiran mengenai keamanan di Eropa.
Dilansir Deutsche Welle, kedatangan pesawat F-35 dapat mengubah militer Jerman. Pesawat tersebut dapat memperkuat militer Jerman dan kapabilitas deterensi di tengah ancaman Rusia menyusul invasi skala besar di Ukraina.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















