Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Acara "MUDA DAN CERDAS Memilih untuk Indonesia" di Kantor IDN Media, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/12/2023) (IDN Times/Uni Lubis)

Jakarta, IDN Times – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung 14 Februari 2024, informasi palsu atau hoaks semakin gencar memenuhi dunia digital, terutama di media sosial. Sementara itu, milenial dan Gen Z yang diketahui menjadi pemilih terbesar pada Pemilu 2024, lebih dari 50 persen mendapatkan informasi dari media sosial. 

Mengutip data dari Indonesia Millenial and Gen Z Report 2023, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis menyebutkan, 73 persen milenial dan Gen Z mendapatkan informasi dari media sosial. 

Melihat kondisi tersebut, dinilai perlu ada pengauatan edukasi bagi milenial dan Gen Z dalam mengonsumsi informasi yang benar.

Untuk kepentingan itu, IDN Times berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar diskusi berjudul “Pemilu Damai 2024: Muda dan Cerdas Memilih untuk Indonesia”.

Acara ini berlangsung  di kantor IDN Media, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023), dengan menghadirkan sejumlah narasumber, untuk berdiskusi tentang bagaimana cara kaum milenial dan Gen z dapat mengedukasi sesama tentang pemilu, serta pentingnya menciptakan ruang digital yang sehat dan lepas dari hoaks. 

1. Suara anak muda paling menentukan di Pemilu 2024

Dinno Ardiansyah, Ketua Centennialz, pada acara "MUDA DAN CERDAS Memilih untuk Indonesia" pada Selasa (12/12/2023) (youtube.com/IDN Times)

Dinno Ardiansyah, Chairman CentennialZ mengatakan, di tahun 2024, narasi anak muda sangat digaungkan. Sebab, anak muda adalah pemegang saham terbesar secara demografis, dan merupakan suara paling menentukan di pemilu nanti. 

“Isu-isu yang dulu tidak dibicarakan sekarang mulai digaungkan. Seperti isu digitalisasi, baik itu mengenai cakap dalam digital atau cakap dalam menerima dan menyaring informasi,” kata Dinno.

Dinno juga menambahkan, keterlibatan anak muda dalam pemilu sudah dilakukan dengan cara inklusif. Banyak lembaga pemerintah dan bahkan relawan-relawan aktif di lapangan merupakan anak muda. 

2. Perlu banyak edukasi tentang pemilu bagi pemilih muda

Usman Kansong, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo di acara "MUDA DAN CERDAS Memilih untuk Indonesia" pada Selasa (12/12/2023) (youtube.com/IDN Times)

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan, perlu banyak edukasi bagi pemilih muda terutama dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengenai bagaimana cara memilih yang benar sehingga suara tidak sia-sia. 

“Kalau kita lihat  partisipasi politik dalam arti mencoblos (memilih) di (pemilu) 2019, sudah sangat tinggi, hampir 82 persen. Tetapi catatannya adalah dari 82 persen ini, 11 persen di antaranya tidak sah,” kata Usman.

Dia menambahkan, membuat konten di media sosial dapat menjadi medium bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam menyebarkan edukasi terkait pemilu.

Pada kesempatan ini, dia juga mengimbau anak muda untuk mengajak para pemilih muda memeriksa dan mencari informasi yang baik dan benar mengenai calon yang dipilih pada Pemilu 2024. 

“Informasi yang benar membantu kita mengambil keputusan yang benar juga,” ujar Usman.

3. Program Pemilu Damai Pedia oleh Kominfo menyediakan segala informasi terkait Pemilu 2024

Acara "MUDA DAN CERDAS Memilih untuk Indonesia" di Kantor IDN Media, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/12/2023) (IDN Times/Uni Lubis)

Guna mengantisipasi hoaks, Usman memberi tips dalam mengidentifikasikan berita bohong.

“Kalau informasi terlalu bagus untuk benar, harus curiga. Kalau informasi itu terlalu buruk untuk benar pun, kita harus curiga,” kata dia. 

Dia juga menganjurkan pemilih untuk selalu melakukan cek fakta ke media mainstream. Jika tidak diberitakan oleh media mainstream, maka kemungkinan besar berita itu tidak benar atau merupakan hoaks.

Terkait hal ini, Usman menyebutkan program Pemilu Damai Pedia yang diluncurkan Kominfo sebagai upaya dalam mengatasi misinformasi di era digital. Pemilu Damai Pedia menyediakan segala informasi terkait pemilu, mulai dari informasi para calon, sejarah, hingga dapat mengecek pendaftaran TPS dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

“Mau cek apakah sebuah informasi hoaks atau tidak pun bisa. Semuanya ada di situ,” ujar Usman.

4. IDN Times ajak anak muda berkontribusi dalam pemilu melalui program #GenZMemilih

Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times, di acara "MUDA DAN CERDAS Memilih untuk Indonesia" pada Selasa (12/12/2023) (youtube.com/IDN Times)

IDN Times sebagai media yang menargetkan milenial dan Gen z, juga berkontribusi dalam memberikan informasi terkait pemilu melalui program #GenZMemilih. 

“Sering kali anak muda itu gak tahu mau tanya kemana. Banyak sekali akun-akun media sosial yang dibuat partai politik seperti old media. Sibuk mendorong konten tapi tidak interaktif. Tidak menjawab pertanyaan,” kata Uni. 

#GenZMemilih dibuat untuk mengajak anak muda bertanya mengenai semua hal terkait tentang pemilu. Pertanyaan terpopuler akan dipilih dan dijawab oleh jurnalis IDN Times dengan mencari narasumber yang tepat untuk menjawabnya.

Bagi Uni, itulah tanggung jawab media sebagai jembatan menjawab keingintahuan anak muda.

5. Pemilu 2024 menjadi era pemilu TikTok

Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times, di acara "MUDA DAN CERDAS Memilih untuk Indonesia" pada Selasa (12/12/2023) (youtube.com/IDN Times)

Mengenai peran media sosial dalam menyebarkan informasi di era Pemilu 2024, Uni menyebut TikTok sebagai platform yang mendominasi. 

“Jadi tahun 2024 ini disebutkan oleh sejumlah ahli sebagai TikTok Year of Election. Kenapa? Mereka semua targeting first voter yang ada di TikTok,” ujar Uni. 

Jumlah pengguna TikTok di Indonesia merupakan jumlah terbanyak kedua di dunia, melebihi 100 juta pengguna. 

Oleh karena itu, Uni mengimbau anak-anak muda untuk hati-hati melihat informasi yang beredar di media sosial, terutama TikTok. Dengan algoritma yang luar biasa, TikTok menjadi platform yang paling sulit diawasi. 

“Klip-klip pendek menjadi sumber terbesar dari hoaks. Kami sangat khawatir dengan peran TikTok di pemilu,” kata Uni.

Acara "Pemilu Damai 2024: Muda dan Cerdas Memilih untuk Indonesia" dapat disaksikan di YouTube IDN Times. Jangan lupa tonton, ya! 

Curated For You

Editorial Team

Related Article