Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah pejabat ekonomi dan lembaga negara, Jumat (25/9/2026). (Dok. Tim Media Presiden)
Sementara, Mentan Amran mendapat posisi kedua tebaik, karena dikenal publik sebagai “panglima” di sektor pertanian. Kinerjanya sudah dikenal baik oleh publik sejak era Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo, hingga kembali dipercaya oleh Prabowo pada bidang yang sama.
“Dalam setahun pemerintahan, Amran berhasil mewujudkan ambisi Prabowo agar Indonesia berhasil meraih swasembada pangan sesingkat-singkatnya,” terang Taufik.
Terlebih, di era Amran, produksi beras nasional terus meningkat diserta serapan cadangan beras pemerintah (CBP) yang sangat tinggi. Pada pertengahan Juli 2026, CBP mencetak rekor tertinggi sejak kemerdekaan Indonesia dengan menyentuh angka 5,4 juta ton.
“Di tengah tantangan kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta serangkaian bencana, besarnya produksi beras memberikan penyangga bagi potensi penurunan pada tahun ini,” ujar Taufik.
Secara urut menteri-menteri yang dianggap kinerja baik selanjutnya ialah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (6,5 persen), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (5,2 persen), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (3,8 persen).
Berikutnya ada Menteri Agama Nasaruddin Umar (3,5 persen), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (3,3 persen), serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (2,7 persen). Lalu ada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (2,1 persen) dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (2,0 persen).
Di luar 10 besar, ada nama-nama seperti Menteri HAM Natalius Pigai (1,8 persen), Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (1,7 persen), Menteri Luar Negeri yang baru Armanatha Nasir (1,5 persen), hingga Menko Polkam Dudung Abdurachman (1,2 persen).