Oposisi Albania Protes Nyalakan Suar dan Bom Asap saat Sidang Parlemen

- Anggota parlemen oposisi Partai Demokratik Albania menyalakan suar dan bom asap saat sidang, memprotes pemerintahan Edi Rama serta rencana adopsi euro.
- Meski sidang terganggu dan empat anggota oposisi dikeluarkan, parlemen menyetujui amandemen UU Bank Albania dengan 84 suara untuk mengadopsi euro.
- Ribuan mahasiswa Albania menggelar demonstrasi hari ke-17 di Tirana, menuntut perbaikan pendidikan tinggi dan lebih banyak kesempatan kerja.
Jakarta, IDN Times - Anggota parlemen Albania dari Partai Demokratik pada Kamis (29/10/2026), menyalakan suar api dan bom asap saat sidang parlemen. Aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama.
Aksi pembakaran dan adu jotos antar-anggota parlemen kerap terjadi di Albania dan negara Balkan lainnya. Pada Desember 2025, sejumlah anggota parlemen saling serang menyusul pelantikan Kepala Ombudsman, Endri Shabani yang dtolak partai oposisi.
1. Berisha sebut aksi ini sebagai protes kepada pemerintahan Rama

ilustrasi bendera Albania (pexels.com/eric-b) Ketua Partai Demokratik, Sali Berisha mengatakan bahwa aksi menyalakan suar dan bom asap di parlemen ini untuk memprotes pemerintahan Rama. Serta menolak rencana adopsi euro sebagai mata uang nasional di Albania.
“Wakil-wakil rakyat di parlemen tersebut adalah kriminal dan mereka yang sebenarnya layak mendapatkan gas air mata, peluru karet, retak tulang, bukan para pemuda yang memperjuangkan hak mereka di jalan,” tuturnya, dikutip dari Democrata.
Insiden ini membuat sebanyak empat anggota parlemen oposisi dikeluarkan dari sidang parlemen. Sedangkan sejumlah anggota partai oposisi lainnya membawa foto demonstran yang diserang oleh polisi.
2. Parlemen Albania setujui adopsi euro sebagai mata uang nasional

ilustrasi mata uang euro (unsplash.com/ibrahimboran) Insiden menyalakan suar api dan bom asap di Parlemen Albania ini dilakukan di tengah pemungutan suara adopsi mata uang euro. Meskipun demikian, proses pemungutan suara oleh anggota parlemen tetap dilanjutkan.
Dilansir Euronews, sebanyak 84 anggota parlemen menyetujui amandemen Undang-Undang (UU) Bank Albania untuk mengadopsi euro. Keputusan ini akan memuluskan implementasi kebijakan baru menggunakan euro sebagai mata uang nasional di Albania.
Sebelumnya, rencana amandemen ini sudah dibahas pada Juli 2026. Alhasil, jika sudah diterapkan euro akan menggantikan lek yang selama ini menjadi mata uang resmi dan Bank Albania nantinya hanya bertugas mengatur di dalam pasar domestik.
3. Mahasiswa Albania gelar demonstrasi pada hari ke-17

Polisi Albania. (MaybachJR, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Pada hari yang sama, ribuan mahasiswa Albania kembali mengadakan demonstrasi di hari ke-17. Kali ini, mereka mengadakan aksi long-march dari depan Kantor Parlemen Albania hingga gedung Kementerian Pendidikan di Tirana.
Selama lebih dari 2 pekan, mahasiswa Albania mengadakan demonstrasi untuk menuntut perbaikan kualitas pendidikan tinggi dan minimnya kesempatan kerja di Albania. Namun, aksi sehari sebelumnya hanya diikuti oleh sebagian kecil pemuda dibanding pekan lalu.






















