Bos WFP Tegaskan Situasi Kelaparan di Gaza Tak Dapat Diterima

- Kepala WFP Luke Lindberg menyebut kelaparan di Jalur Gaza tidak dapat diterima dan menegaskan kebutuhan kemanusiaan di wilayah Palestina itu sangat serius.
- Lindberg berkomitmen melindungi staf WFP menyusul penembakan konvoi oleh pasukan Israel, di tengah lebih dari 700 pekerja kemanusiaan tewas dalam beberapa tahun terakhir.
- Pemotongan pendanaan menghambat operasi WFP; Lindberg menyoroti peran AS sebagai donor terbesar serta menyerukan dukungan lebih luas dari komunitas internasional.
Jakarta, IDN Times - Kepala Program Pangan Dunia atau World Food Program (WFP), Luke Lindberg, menyatakan bahwa situasi kelaparan di Jalur Gaza saat ini tidak dapat diterima. Lindberg menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (28/10/2026).
Dia menegaskan bahwa terdapat kebutuhan yang sangat serius di wilayah kantong Palestina tersebut. Dilansir Anadolu Agency, Lindberg turut menyoroti adanya pemotongan pendanaan yang menjadi kendala utama bagi jalannya operasional badan bantuan pangan yang dipimpinnya.
1. Komitmen perlindungan pekerja kemanusiaan di lapangan

Gaza (pexels.com/Mohamed Zarandah) Menanggapi pertanyaan mengenai insiden penembakan konvoi WFP oleh pasukan Israel, Lindberg menegaskan bahwa keamanan staf merupakan perhatian nomor satu baginya.
Lindberg menegaskan komitmennya untuk membela para karyawan WFP di mana pun mereka berada. "Saya akan benar-benar membela karyawan kami, di belahan dunia mana pun mereka berada," kata Lindberg dalam konferensi pers tersebut.
Dia juga menegaskan kesiapannya melakukan apa pun demi melindungi para pekerja bantuan beserta keluarga mereka jika terjadi penyerangan di belahan dunia mana pun. Baginya, prioritas utama dan terpenting adalah melindungi serta memberdayakan para anggota stafnya.
2. Ratusan pekerja kemanusiaan tewas saat bertugas

truk World Food Programme (Alex Blokha, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Lindberg memaparkan bahwa tingkat kematian pekerja kemanusiaan di seluruh dunia selama dua tahun terakhir telah mencapai angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menyebut jatuhnya korban jiwa di kalangan petugas bantuan sebagai kondisi yang sama sekali tidak dapat dibiarkan.
Lindberg menambahkan bahwa lebih dari 700 orang telah tewas dalam beberapa tahun terakhir saat berusaha menyelamatkan nyawa orang lain. "Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawa ketika berusaha menyelamatkan nyawa orang lain," tegas Lindberg saat menyampaikan keprihatinannya.
3. Peran Amerika Serikat dan perlunya dukungan donor

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/D Goug) Saat ditanya perihal hubungan WFP dengan Amerika Serikat yang mendukung pencalonannya, Lindberg menyebut negara tersebut memainkan peran yang sangat penting. Washington tercatat sebagai penyandang dana terbesar untuk membiayai operasional program bantuan pangan WFP secara global.
Lindberg juga membeberkan bahwa Presiden Donald Trump secara pribadi menelepon dirinya saat dicalonkan untuk posisi kepala badan pangan tersebut. Dia mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan banyak anggota di jajaran pemerintahan Trump.
Meski mendapat sokongan besar dari Amerika Serikat, Lindberg tetap menyerukan perlunya keterlibatan donor yang lebih luas dari komunitas internasional. "Tidak ada satu negara pun, tidak ada satu entitas pun yang dapat melakukan hal ini sendirian. Kita harus melakukannya bersama-sama," ujar dia.



















