Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto Prabowo pada acara HUT ke 17 Partai Gerindra bertajuk Berjuang Tiada Akhir yang dihelat di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)
Poltracking juga memotret tren elektabilitas sejumlah partai politik melalui beberapa survei sejak Oktober 2023. Dalam tren tersebut, Gerindra tercatat berada di posisi teratas dan disebut cenderung stabil, meski sempat mengalami kenaikan pada Maret dan Mei sebelum sedikit menurun pada Juli-Agustus.
"Gerindra ya teratas, cenderung stabil sebenarnya, sempat naik di Maret dan Mei, tapi Juli-Agustus kecenderungan sedikit menurun," kata Yoki.
Sementara, elektabilitas PDIP disebut sempat mencapai 15,7 persen sebelum berada di angka 11,6 persen pada Agustus 2026. Golkar cenderung stabil dan sempat mengalami kenaikan pada Juli dan Agustus.
PKB juga cenderung stabil, meski mengalami sedikit penurunan. Elektabilitas PKB sebelumnya sempat mencapai 8,4 persen pada Oktober 2023. Adapun, Demokrat relatif stabil, dari 5,4 persen pada Oktober 2023, menjadi 6,1 persen dalam survei Agustus 2026.
Sedangkan partai lainnya, NasDem tercatat pernah berada di angka 6 persen dan kini menjadi 4,4 persen. PKS yang sempat mencapai 5,6 persen berada di angka 3,3 persen. PAN disebut cukup fluktuatif, sedangkan PSI cenderung stabil dengan elektabilitas 2,3 persen, dan PPP berada di 1,9 persen.
Selain elektabilitas partai politik, Poltracking menemukan kecenderungan pemilih lebih mempertimbangkan calon anggota legislatif dibandingkan partainya. Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg, sedangkan 24,7 persen lebih cenderung memilih partai politik.
Menurut Yoki, temuan tersebut menjadi catatan bagi partai politik untuk memperkuat kelembagaan, sekaligus meningkatkan kualitas dan popularitas calon legislatif yang mereka usung.
"Figur dari tokoh-tokoh partai politik, calon-calon dari partai politik itu lebih cenderung menjadi alasan publik untuk memilih partai politik, karena kecenderungan dari caleg-calegnya," ujarnya.
Sementara, dari sisi alasan memilih partai politik, faktor keluarga menjadi alasan yang paling banyak disebut, yakni 8,8 persen. Berikutnya, responden menyebut suka dengan pimpinan atau ketokohan partai sebesar 6,8 persen, kinerja kader 5,9 persen, dan cara kampanye yang kreatif 5,8 persen.
Adapun survei ini digelar menggunakan metode stratified multistage random sampling. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 14 sampai 20 Agustus 2026. Sampel pada survei ini melibatkan 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka, terhadap responden yang telah terpilih secara acak, serta dibantu teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa atau kelurahan terpilih.