Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Melihat Elektabilitas Gibran dari Berbagai Hasil Survei Terbaru

7 min read
Melihat Elektabilitas Gibran dari Berbagai Hasil Survei Terbaru
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi anak-anak korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/9/2026). (dok. Setwapres)
  • Gibran Rakabuming Raka meminta maaf atas insiden keracunan MBG dan kondisi karhutla saat mengunjungi warga terdampak.
  • Sejumlah survei mencatat elektabilitas Gibran lebih tinggi sebagai calon wakil presiden dibandingkan calon presiden.
  • Gibran menjenguk korban di Karo, membuka opsi rujukan, dan memantau penanganan karhutla di Kalimantan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Simulasi mana yang lebih relevan melihat elektabilitas Gibran?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tengah menjadi sorotan publik usai menyampaikan permohonan maaf atas insiden murid keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Banyak publik menilai, sudah seharusnya etika bernegara seorang pejabat mengakui kesalahan yang terjadi.

Pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai, kunjungan Gibran saat Presiden RI Prabowo Subianto kunjungan ke luar negeri, memiliki makna yang strategis. Gibran sendiri sempat mendatangi korban keracunan MBG di Tanah Karo, Sumatra Utara serta ke Kalimantan untuk menilik karhutla.

“Tentu saja Gibran ingin mengesankan pemerintah pusat tidak lepas tangan terhadap polemik persoalan karut marut program MBG, yang masih terus menyisahkan persoalan di masyarakat. Kedua, demikian pula halnya dengan karhutla yang melanda di banyak daerah di Kalimantan, Sumatra hingga Jawa. Pemerintah melalui representasi Gibran menunjukkan pemerintah terus hadir di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah,” ujar Ari dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

“Syukurlah kedatangan Gibran yang berani meminta maaf kepada korban dan keluarga korban keracunan omprengan MBG menjadi sinyal positif keberanian di tengah pimpinan Badan Gizi Nasional sendiri masih berkutat pada saling salah menyalahkan pengelola dapur SPPG,” sambung dia.

  1. 1. Gibran beri sinyal bukan orang yang tidak bisa kerja

    Melihat Elektabilitas Gibran dari Berbagai Hasil Survei Terbaru
    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi anak-anak korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/9/2026) (dok. Setwapres)

    Ari pun menyoroti langkah Gibran yang meminta korban keracunan MBG menjalani perawatan lanjutan di Jakarta. Hal ini menegaskan peran Gibran yang menjadi representasi hadirnya pemerintah, sekaligus membantah tudingan pihak-pihak yang banyak memberikan kritik negatif kepada wapres yang disebut minim kerja.

    “Dan yang mengesankan, Gibran mau memboyong korban keracunan omprengan MBG untuk berobat lanjutan ke Medan atau Jakarta. Sementara dari kedatangannya ke Kalimantan untuk memberi dukungan bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan agar lebih terkoordinasi, Gibran menutupkan sebuah pesan politik yang jelas artikulasinya yakni, upaya pemadaman kebakaran hendaknya tidak melupakan penanganan bagi satwa-satwa yang terdampak,” ungkap Ari.

    Ari menegaskan, harus disadari kebakaran besar hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Tanah Air, tidak saja menghanguskan tanaman liar dan satwa yang ada, tetapi juga merusak ekosistem secara keseluruhan. Kehadiran Gibran ke lokasi menjadi penting karena pemerintah juga perlu memiliki skenario ketika satwa harus segera dipindahkan dari habitat yang terancam menuju kawasan yang lebih aman.

    Dalam konteks itu, Ari melihat langkah Gibran turun langsung sebagai momentum yang bisa menghasilkan tindak lanjut. Menurutnya, perhatian Gibran akan memiliki arti lebih besar apabila berujung pada kebijakan yang dapat diterapkan ketika krisis serupa kembali terjadi.

    “Di tengah polemik penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kontroversi pelaksanaan program MBG, setidaknya Gibran memberi sinyal bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik sebagai orang yang tidak bisa bekerja, tetapi adalah figur dari orang yang bisa bekerja bahkan mengambil celah yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya,” tegas Ari.

  2. 2. Bagaimana elektabilitas Gibran dalam berbagai survei?

    Melihat Elektabilitas Gibran dari Berbagai Hasil Survei Terbaru
    Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming meninjau SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026)(dok. Setwapres)

    Sejumlah survei merekam elektabilitas Gibran tidak semoncer dari aksinya di lapangan. Dengan catatan survei ini dibuat jauh sebelum Gibran jadi sorotan karena menyampaikan permohonan maaf.

    Hasil survei menunjukkan elektabilitas Gibran berbeda cukup jauh ketika namanya disimulasikan sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya juga ikut diukur. Tiga survei tersebut masing-masing dirilis Media Survei Nasional (Median), Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dan Tempo Data Science.

    Dalam survei Median yang dilakukan pada 21 Juli sampai 2 Agustus 2026, Gibran memperoleh elektabilitas 20,1 persen dalam simulasi calon wakil presiden. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam bursa cawapres yang diuji Median. Gibran berada di atas Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 13,5 persen, Dedi Mulyadi 11,2 persen, Mahfud MD 7,9 persen, dan Anies Baswedan 6,6 persen.

    Namun, angka Gibran jauh lebih rendah ketika namanya diuji sebagai calon presiden. Dalam survei Median yang sama, elektabilitas Gibran tercatat 2 persen. Prabowo memperoleh 32,2 persen, disusul Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen. Temuan ini menunjukkan perbedaan hasil simulasi berdasarkan posisi yang ditawarkan kepada responden.

    Sementara, survei SMRC yang dilakukan pada 5 sampai 19 Juli 2026 juga mengukur elektabilitas Gibran sebagai capres. Dalam simulasi semi-terbuka, Gibran memperoleh 7,7 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan survei SMRC sebelumnya, yakni 5,1 persen pada November 2025 dan 6,8 persen pada Februari-Maret 2026. Dalam survei Juli, Gibran berada di bawah Dedi Mulyadi 35 persen, Prabowo 14,5 persen, dan Anies Baswedan 8,2 persen.

    Adapun survei Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli sampai 11 Agustus 2026 memotret tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gibran sebagai wakil presiden. Hasilnya, 33 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Gibran. Angka tersebut turun dari 50 persen pada Maret 2026 dan 57 persen pada Desember 2025.

    Dalam survei yang sama, kepuasan terhadap kinerja Prabowo berada di angka 40 persen, sedangkan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan mencapai 37 persen.

  3. 3. Gibran pantau karhutla hingga jenguk siswa keracunan MBG

    Melihat Elektabilitas Gibran dari Berbagai Hasil Survei Terbaru
    Wapres Gibran Rakabuming menjenguk korban keracunan MBG Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026). (Dok. Setpres RI)

    Perlu diketahui, Gibran selama beberapa pekan terakhir turun langsung mengunjungi warga terdampak kebakaran hutan di Kalimantan, keluarga petugas yang gugur, serta memantau penanganan satwa terdampak kebakaran hutan dan lahan. Gibran bertolak ke Kalimantan pada Kamis, 10 September 2026.

    “Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih,” ujar Gibran saat kunjungan kerja ke Kalimantan.

    Usai dari Kalimantan, pada Jumat, 11 September 2026, Gibran menjenguk korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, menemui siswa dan orangtua, serta memastikan kebutuhan dan biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Gibran turut menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan warga terdampak sebagai bentuk respons langsung pemerintah.

    Gibran melihat langsung kondisi anak-anak yang tengah menjalani perawatan akibat dugaan keracunan makanan dari program MBG. Ia juga mendengarkan langsung keluhan keluarga pasien, termasuk kebutuhan obat dan kemungkinan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Gibran mengatakan, kesehatan anak menjadi salah satu hal yang sangat penting. Ia ingin ratusan anak korban keracunan MBG di Karo, khususnya yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali bersekolah, serta menjalani aktivitas sehari-hari.

    Gibran tidak hanya menemui anak-anak yang menjalani perawatan. Ia juga berbincang dengan keluarga pasien di lobi rumah sakit untuk mendengar kebutuhan dan keluhan mereka secara langsung.

    Salah seorang ibu menceritakan kondisi anaknya yang sempat dirawat akibat keracunan makanan pada Agustus lalu. Meski sudah diperbolehkan pulang, sang anak disebut masih mengalami keluhan kesehatan.

    Gibran memastikan keluhan masyarakat akan disampaikan kepada pihak terkait. Kebutuhan obat maupun rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga akan diupayakan.

    “Tadi saya datangi satu-satu bapak, ibu, semuanya. Keluhannya apa, butuh obat apa, atau butuh referensi ke Jakarta atau Medan, sedang kami penuhi semua sesuai izin dari orang tua,” katanya.

    Gibran mengatakan berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan MBG sedang menjadi bahan evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut masukan dari masyarakat penting untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut.

    “Hal ini sedang dievaluasi oleh Kepala BGN (Badan Gizi Nasional). Tetapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut,” imbuhnya.

    Gibran juga menyampaikan permintaan maaf atas persoalan yang dialami masyarakat.

    “Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjut Wapres.

    Ia memastikan pemerintah akan mengupayakan agar anak-anak yang terdampak dapat kembali sehat dan bersekolah.

    “Kami pastikan anak-anak bisa sehat dan bersekolah kembali,” ujar Gibran.

    Lebih lanjut, Gibran ingin memastikan kondisi korban keracunan MBG mendapat perhatian dan penanganan yang diperlukan. Ia juga membuka opsi rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang memiliki dukungan medis sesuai dengan kondisi pasien.

    Menurut Gibran, kesehatan anak merupakan hal penting agar mereka dapat segera pulih dan kembali bersekolah. Karena itu, kehadiran Gibran disebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyembuhan bisa berlangsung cepat dan maksimal.

    Gibran turut membawa dokter pribadinya untuk turut memeriksa kondisi pasien, sekaligus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Koordinasi dilakukan untuk memastikan apabila ada anak yang memerlukan penanganan lebih lanjut, langkah rujukan dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan medis.

    Gibran meminta agar dokter pribadinya untuk sementara tinggal di Karo melayani anak-anak yang keracunan MBG.

    “Ini saya kesini membawa dokter pribadi saya. Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengkoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More