Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Disusul PDIP dan Golkar

Survei Poltracking menempatkan Gerindra di posisi teratas dengan elektabilitas 23,2 persen, disusul PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.
Gerindra tercatat berada di posisi teratas dalam tren survei sejak Oktober 2023 dan disebut cenderung stabil, meski mengalami perubahan pada sejumlah periode.
Sebanyak 53,3 persen responden lebih cenderung memilih caleg, sementara 24,7 persen memilih partai politik.
Jakarta, IDN Times - Partai Gerindra menjadi partai politik dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan survei terbaru Poltracking Indonesia. Elektabilitas partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu mencapai 23,2 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan, temuan tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan pada 14 sampai 20 Agustus 2026. Pengukuran elektabilitas dilakukan menggunakan simulasi surat suara dengan menanyakan partai politik atau calon anggota DPR RI yang akan dipilih responden jika pemilu digelar saat survei dilakukan.
1. PDIP dan Golkar tempati posisi kedua serta ketiga

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin upacara peringatan HUT ke-79 RI di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (IDN Times/Aryodamar) Berdasarkan hasil survei tersebut, PDI Perjuangan (PDIP) berada di posisi kedua dengan elektabilitas 11,6 persen. Selanjutnya, Partai Golkar menempati posisi ketiga dengan 10,4 persen.
Yoki mengatakan, Gerindra, PDIP, dan Golkar menjadi tiga partai dengan elektabilitas tertinggi.
Sementara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 6,2 persen, disusul Partai Demokrat sebesar 6,1 persen. Kemudian, Partai NasDem berada di angka 4,4 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 3,4 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,3 persen.
Adapun PSI memperoleh elektabilitas 2,3 persen dan PPP 1,9 persen. Partai politik lainnya berada di bawah 1 persen.
2. Elektabilitas Gerindra cenderung stabil

Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto Prabowo pada acara HUT ke 17 Partai Gerindra bertajuk Berjuang Tiada Akhir yang dihelat di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). (Dok. Tim Komunikasi Prabowo) Poltracking juga memotret tren elektabilitas sejumlah partai politik melalui beberapa survei sejak Oktober 2023. Dalam tren tersebut, Gerindra tercatat berada di posisi teratas dan cenderung stabil meski sempat mengalami kenaikan pada Maret dan Mei sebelum sedikit menurun pada Juli-Agustus.
"Gerindra, ya, teratas, cenderung stabil sebenarnya, sempat naik pada bulan Maret dan Mei, tapi Juli Agustus kecenderungan sedikit menurun," kata Yoki.
Sementara itu, elektabilitas PDIP disebut sempat mencapai 15,7 persen sebelum berada di angka 11,6 persen pada Agustus 2026. Golkar cenderung stabil dan sempat mengalami kenaikan pada Juli dan Agustus.
PKB juga cenderung stabil, meski mengalami sedikit penurunan. Elektabilitas PKB sebelumnya sempat mencapai 8,4 persen pada Oktober 2023. Adapun Demokrat relatif stabil, dari 5,4 persen pada Oktober 2023 menjadi 6,1 persen dalam survei Agustus 2026.
Untuk partai lainnya, NasDem tercatat pernah berada di angka 6 persen dan kini menjadi 4,4 persen. PKS yang sempat mencapai 5,6 persen berada di angka 3,3 persen. PAN disebut cukup fluktuatif, sedangkan PSI cenderung stabil dengan elektabilitas 2,3 persen. PPP berada di 1,9 persen.
3. Pemilih lebih mempertimbangkan figur caleg

Ilustrasi anggota legislatif dipilih lewat Pemilihan Legislatif (Pileg) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Selain elektabilitas partai, Poltracking menemukan kecenderungan pemilih lebih mempertimbangkan calon anggota legislatif dibandingkan partainya. Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg, sedangkan 24,7 persen lebih cenderung memilih partai politik.
Menurut Yoki, temuan tersebut menjadi catatan bagi partai politik untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas dan popularitas calon legislatif yang mereka usung.
"Figur dari tokoh-tokoh partai politik, calon-calon dari partai politik itu lebih cenderung menjadi alasan publik untuk memilih partai politik, karena kecenderungan dari caleg-calegnya," ujar dia.
Sementara, dari sisi alasan memilih partai politik, faktor keluarga menjadi alasan yang paling banyak disebut, yakni 8,8 persen. Berikutnya, responden menyebut suka dengan pimpinan atau ketokohan partai sebesar 6,8 persen, kinerja kader 5,9 persen, dan cara kampanye yang kreatif 5,8 persen.
Adapun survei ini digelar menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Pengambilan data lapangan dilakukan pada 14 sampai 20 Agustus 2026. Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang telah terpilih secara acak serta dibantu teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















