"Itu survei yang satu dengan yang lain kan kadang sama kadang berbeda," imbuhnya.
Survei Tempo Data Science: Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo

- Survei Tempo Data Science pada 31 Juli–11 Agustus 2026 mencatat top of mind Dedi Mulyadi 30 persen, melampaui Prabowo Subianto 20 persen; Dedi juga meraih kesan positif 90 persen.
- Jika pemilu digelar hari ini, 41 persen responden memilih Dedi, diikuti Prabowo 15 persen dan Anies 10 persen. Dedi unggul di banyak wilayah, sementara Prabowo kuat di Sulawesi.
- Elektabilitas Dedi dalam survei naik dari 15 persen pada Desember 2025 menjadi 42 persen, sedangkan Prabowo turun dari 48 persen menjadi 15 persen. Gerindra menilai hasil survei fluktuatif.
Jakarta, IDN Times - Tingkat elektabilitas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melampaui Presiden Prabowo Subianto. Elektabilitas atau top of mind publik terhadap Dedi ada di angka 30 persen. Sedangkan, elektabilitas Prabowo ada di angka 20 persen.
Ini merupakan salah satu temuan penting dari survei Tempo Data Science yang dirilis pada pekan ini. Survei tersebut dilakukan pada periode 31 Juli 2026 hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen serta margin of error kurang lebih 2,9 persen.
"Top of mind tokoh nasional hari ini melekat pada Dedi Mulyadi di angka 30 persen. Kemudian, disusul Prabowo Subianto di angka 20 persen," ungkap General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam seperti dikutip dari laporannya pada Jumat (28/8/2026).
Sebaliknya, ketika menyangkut awareness dan pertanyaan survei menyodorkan sejumlah nama, tokoh publik tertinggi elektabilitasnya adalah Prabowo, Gibran Rakabuming, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, Dedi juga merupakan tokoh publik yang mendapat kesan positif paling tinggi sebesar 90 persen. "Kemudian disusul Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan di posisi ketiga ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)," tutur dia.
Hasil serupa juga sudah pernah dirilis oleh lembaga survei SMRC pada Juli 2026. Elektabilitas Dedi mencapai 35 persen sedangkan Prabowo ada di angka 14,5 persen. Temuan ini menarik lantaran biasanya presiden petahana memiliki tingkat elektabilitas tinggi.
1. Responden pilih Dedi Mulyadi bila pemilu digelar pada hari ini

Hasil survei Tempo Data Science menunjukkan Dedi Mulyadi bakal dipilih publik jika pemilu diadakan saat ini. (Tangkapan layar YouTube Tempo TV) Lebih lanjut, kata Khairul, ketika responden diajukan pertanyaan mengenai siapa yang hendak dipilih bila pemilu dilakukan hari ini, mayoritas responden menjawab Dedi Mulyadi yakni dengan angka 41 persen. Tokoh publik yang dipilih kedua adalah Prabowo dengan angka 15 persen dan Anies Baswedan 10 persen. Sedangkan, Gibran ada di posisi keempat dengan angka 4 persen.
"Hasilnya tidak jauh berbeda ketika pertanyaan ini diajukan dengan disodorkan sejumlah nama. Sementara, Prabowo kuat di basis pemilih yang berusia 60 tahun ke atas," kata Khairul.
Ia menambahkan Dedi Mulyadi unggul di semua area di Pulau Jawa, khususnya Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatra hingga Kalimantan. Sedangkan, Prabowo kuat di Sulawesi.
"Pulau Bali justru memberikan kejutan karena suaranya paling tinggi ke Gibran. Sementara, suara tertinggi di Maluku dan Papua ke Sherly Tjoanda," tutur dia.
2. Elektabilitas Dedi Mulyadi naik signifikan, Prabowo malah menurun

Prabowo saat membuka Muktamar NU di Jombang, Kamis (27/8/2026). Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden Tempo Data Science juga mengungkap perkembangan elektabilitas Dedi meningkat signifikan. Pada Desember 2025, elektabilitasnya ada di angka 15 persen. Pada Februari 2026, elektabilitasnya naik 24 persen dan kini sudah di angka 42 persen.
Sebaliknya, elektabilitas Prabowo terus mengalami penurunan. Pada Desember 2025, elektabilitas Prabowo masih ada di angka 48 persen. Kemudian pada Februari 2026 masih di angka 37 persen.
"Sementara, hari ini sudah di angkat 15 persen," kata Khairul.
Di survei tersebut, Tempo Data Science juga mengungkap skenario bila Dedi tidak ikut pilpres pada 2029, maka suaranya diproyeksi akan beralih ke Sherly Tjoanda yakni 16 persen, kemudian disusul Anies Baswedan 13 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 12 persen.
Di sisi lain, bila Prabowo yang tidak ikut Pemilu 2029, maka suaranya akan pindah ke Dedi Mulyadi 24 persen, kemudian Gibran 16 persen dan Anies 12 persen.
3. Gerindra nilai hasil survei fluktuatif dan tak bisa dijadikan acuan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad respons hasil survei SMRC soal approval rating Prabowo. (IDN Times/Amir Faisol). Ketika hasil survei yang merilis elektabilitas Dedi Mulyadi melampaui Prabowo, Gerindra pun sudah pernah bersuara. Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai, hasil jajak pendapat sebuah lembaga surveri bersifat fluktuatif.
"Ya, kan kalau yang nama survei fluktuatif, kadang naik kadang turun," ungkap Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan, tidak semua hasil jajak pendapat lembaga survei sama karena pasti berbeda satu sama lainnya.



















