Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Survei IPO juga merekam menteri dengan kinerja terburuk di mata publik, sekaligus figur yang dianggap layak dicopot dari jabatannya alias reshuffle.
Menteri HAM Natalius Pigai dinilai jadi menteri dengan kinerja terburuk sekaligus paling layak dipecat oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Berikut rinciannya:
Menteri dengan kinerja terburuk
Menteri HAM Natalius Pigai 51,8%
Menteri PU Dody Hanggodo 48,5%
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 45,0%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait 16,7%
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono 14,1%
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 12,6%
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli 8,3%
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti
Menteri paling layak direshuffle
Menteri HAM Natalius Pigai 57,5%
Menteri PU Dody Hanggodo 51,0%
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 46,9%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait 5,8%
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono 3,5%
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli 1,2%
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti 1,0%
Meski begitu, sebanyak 48,2 persen responden mengaku tidak tahu. Sementara berdasarkan rincian kategori lainnya, 63,5 persen masyarakat merasa Kabinet Merah Putih Prabowo tidak perlu reshuffle dan 36,5 persen responden menilai tidak perlu reshuffle.
Diketahui, survei IPO dilakukan terhadap 1.200 responden pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar sekitar 2,9 persen.