Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei: Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet karena Kinerja Menteri
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu malam, 2 Mei 2026. (Instagram/@presidenrepublikindonesia)
  • Survei Poltracking Indonesia mencatat 51,9 persen masyarakat mendorong Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.
  • Kinerja menteri yang kurang memuaskan menjadi alasan tertinggi publik mendukung reshuffle, dengan persentase 55,5 persen.
  • Bidang perekonomian menjadi fokus utama reshuffle menurut 30,8 persen publik dalam survei terhadap 1.220 responden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah reshuffle kabinet perlu dilakukan?
Vote Now
14 sampai 20 Agustus 2026

Poltracking Indonesia melaksanakan wawancara survei secara tatap muka langsung kepada 1.220 responden.

Senin (31/8/2026)

Hanta Yuda AR menyampaikan hasil survei dalam konferensi pers daring. Mayoritas responden menyatakan perlu reshuffle kabinet.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah reshuffle kabinet perlu dilakukan?
Vote Now
  • What?
    Survei Poltracking Indonesia mencatat mayoritas publik menginginkan reshuffle Kabinet Merah Putih.
  • Who?
    Prabowo Subianto, Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, Masduri Arawi, dan 1.220 responden terlibat dalam survei.
  • Where?
    Hasil survei disampaikan dalam konferensi pers daring.
  • When?
    Wawancara berlangsung pada 14 sampai 20 Agustus 2026. Hasilnya disampaikan Senin (31/8/2026).
  • Why?
    55,5 persen publik menilai kinerja menteri kurang memuaskan.
  • How?
    Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling kepada WNI yang memiliki hak pilih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah reshuffle kabinet perlu dilakukan?
Vote Now
Banyak orang ingin Presiden Prabowo mengganti beberapa menteri di Kabinet Merah Putih. Survei Poltracking bilang 51,9 persen orang setuju. Mereka merasa kerja menteri kurang bagus. Banyak orang juga ingin menteri bidang ekonomi diganti. Survei ini bertanya kepada 1.220 orang pada 14 sampai 20 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah reshuffle kabinet perlu dilakukan?
Vote Now
Survei ini menunjukkan adanya ruang partisipasi publik yang jelas dalam menilai kinerja kabinet dan menyampaikan prioritas perbaikan. Penilaian yang menyoroti sektor ekonomi serta hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan memberi gambaran terarah mengenai bidang yang paling membutuhkan perhatian, berdasarkan masukan dari 1.220 responden melalui wawancara langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah reshuffle kabinet perlu dilakukan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Survei terbaru Poltracking Indonesia menyebut, mayoritas publik menginginkan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR mengatakan, sebanyak 51,9 persen masyarakat mendorong agar Prabowo melakukan reshuffle. Sementara 27,9 persen merasa tidak perlu dan 20,2 persen tidak menjawab.

"Publik Indonesia, masyarkat Indonesia, mayoritas 51,9 persen menilai perlu reshuffle kabinet. Hanya 27 yang menyatakan tidak perlu," kata dia dalam konferensi pers daring, Senin (31/8/2026).

1. Alasan perlu reshuffle kabinet karena kinerja menteri kurang memuaskan

Presiden Prabowo rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (27/1/2026) (Instagram/@sekretarait.kabinet)

Hanta menjelaskan, sebanyak 55,5 persen publik menilai menteri di kabinet perlu di-reshuffle karena kinerjanya kurang memuaskan. Sementara 10 persen publik menilai ada menteri yang tidak cocok dengan kementerian yang dipimpin dan 9,3 persen menganggap menteri jarang turun ke masyarakat.

"Kita tanyakan lagi apa alasan perlu reshuffle, alasan paling tinggi karena kinerja kurang memuaskan. Kami sampaikan, ada program-program yang populis tapi sepertinya kegagalan kabinet dalam menerjemahkan dan mengimplementasikan program visi-misi Presiden tergambarkan dalam survei ini," ucap dia.

2. Publik menilai menteri di bidang ekonomi perlu direshuffle

Sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih mengggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawalan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto (dok. Istimewa)

Hanta juga memaparkan, dari berbagai bidang yang ditanyakan, 30,8 persen publik menilai menteri yang menaungi sektor perekonomian perlu dirombak. Kemudian bidang lainnya adalah Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan 22 persen.

"Kita dalami dari yang mengatakan perlu ada reshuffle kabinet tadi, kita tanyakan kepada publik bidang apa yang menjadi fokus utama untuk di-reshuffle, terutama bidang ekonomi 30,8 persen. Kemudian bidang hukum, HAM, imigrasi, dan pembangunan kewilayahan," tugasnya.

3. Survei digelar 14 sampai 20 Agustus

Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas dengan jajaran Kabinet Merah Putih (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Sementara, peneliti Poltracking Indonesia, Masduri Arawi mengatakan, wawancara survei dilaksanakan secara tatap muka langsung pada 14 sampai 20 Agustus 2026.

"Populasi survei WNI yang sudah memiliki hak pilih, metode multistage random sampling. Jumlah survei 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," imbuh dia.

Sampaikan pilihanmu soal reshuffle kabinet

Menurutmu, apakah reshuffle kabinet perlu dilakukan?

See More
Perlu dilakukan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu dilakukan

Editorial Team

Related Article