Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei SMRC: 42,8 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Buruk
Ruang sidang rapat paripurna terlihat kosong pada Kamis (22/8/2024). (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat sebanyak 42,8 persen masyarakat menilai kondisi politik nasional saat ini berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk. Sementara, hanya 13,5 persen responden yang menilai kondisi politik nasional baik atau sangat baik. 

Survei bertajuk 'Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden' ini dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 605 responden diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling, sedangkan 144 responden diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

1. Sebanyak 42,8 persen warga menilai kondisi politik nasional buruk

Ilustrasi kampanye jelang kontestasi politik pemilihan umum (pemilu) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Survei SMRC menunjukkan 31,7 persen responden menilai kondisi politik nasional berada dalam kondisi buruk, sedangkan 11,1 persen lainnya menilai sangat buruk. Di sisi lain, hanya 13,5 persen responden yang menilai kondisi politik nasional baik atau sangat baik. Sebanyak 33,6 persen menilai kondisi politik berada dalam kategori sedang, sementara 10,2 persen tidak mengetahui atau tidak menjawab. 

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan, jumlah masyarakat yang memberikan penilaian negatif terhadap kondisi politik jauh lebih besar dibanding mereka yang memberikan penilaian positif. 

“Hanya 13,5 persen publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, 42,8 persen,” ujar Deni dalam presentasi hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV, Minggu (26/7/2026).

2. Persepsi positif terhadap politik terus merosot dalam sembilan bulan

Ilustrasi demo buruh (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Survei itu juga memperlihatkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi politik nasional terus menurun dalam sembilan bulan terakhir. 

Data SMRC menunjukkan, pada November 2025 sebanyak 35,8 persen responden menilai kondisi politik nasional baik atau sangat baik. Angka tersebut turun menjadi 27,1 persen pada survei Februari–Maret 2026, lalu kembali merosot menjadi 13,5 persen pada Juli 2026. 

Sebaliknya, persepsi negatif meningkat dari 23 persen pada November 2025 menjadi 28,1 persen pada Februari–Maret 2026, kemudian naik menjadi 42,8 persen pada survei Juli 2026. 

3. Sentimen negatif terhadap politik mengalami percepatan

ilustrasi demo (IDN Times/Mardya Shakti)

Menurut Deni, perubahan tren tersebut menunjukkan sentimen negatif masyarakat terhadap kondisi politik semakin cepat memburuk dalam beberapa bulan terakhir. 

“November ke Februari akhir atau Maret itu kan jaraknya sekitar lima bulan, dengan penurunannya cuma sekitar delapan poin. Dari Maret ke Juli cuma empat bulan, tetapi turunnya lebih besar. Jadi bisa disimpulkan memang ada akselerasi sentimen negatif dalam beberapa bulan terakhir semakin buruk, citra atau persepsi publik dari sisi kondisi politik,” ucap Deni.

Curated For You

Editorial Team

Related Article