Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa Kepulauan Seribu, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Gempa magnitudo 5,9 di perairan Kepulauan Seribu terjadi pada kedalaman 376 kilometer, tanpa tsunami maupun kerusakan fisik berdasarkan verifikasi BPBD DKI Jakarta.
  • BMKG mencatat hingga pukul 05.00 WIB belum ada gempa susulan; pemantauan terus dilakukan dan masyarakat diminta mengikuti pembaruan dari kanal resmi.
  • Pemprov DKI bersama BMKG memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan, sementara warga diimbau mengenali tempat aman, jalur evakuasi, serta langkah perlindungan saat dan setelah gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan gempa di wilayah perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (12/6/2026), tidak menyebabkan kerusakan fisik berarti. Namun, masyarakat diminta tetap waspada dan memantau perkembangan melalui berbagai kanal informasi resmi pemerintah.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Maruli Sijabat, mengatakan gempa di wilayah perairan Kepulauan Seribu terpantau berpusat di koordinat 5.81 derajat Lintang Selatan, 106.56 derajat Bujur Timur yang berlokasi di sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu. Gempa terjadi Sabtu (12/9) sekitar pukul 04.23 pagi hari tadi.

"Kejadian gempa dengan magnitudo sekitar 5,9 itu tidak mengakibatkan tsunami dan tidak sampai memicu kerusakan. Karena episentrum gempanya ada di kedalaman 376 kilometer," kata Maruli, dikutip dari siaran tertulis, Minggu (13/9/2026).

1. Gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab

Ilustrasi gempa di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Maruli menjelaskan, pusat gempa tepat berada di sebelah utara Pulau Payung Besar, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, dilanjutkan Maruli, ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal). Hingga sekitar pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

2. Warga diminta waspada

BPBD Medan mengevakuasi masyarakat Medan Labuhan (Dok. BPBD Medan)

Hingga saat ini, BMKG terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Meski hasil verifikasi kondisi di lapangan dari BPBD menunjukkan tidak ada kerusakan fisik yang ditimbulkan, Maruli mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

Berikut imbauan yang perlu diperhatikan bila terjadi gempa :

1. Jika berada di dalam bangunan saat terjadi gempa ;

• Lindungi kepala dan tubuh dari benda atau reruntuhan yang jatuh

• Berlindung di tempat yang aman, misalnya di bawah meja yang kokoh

• Tetap tenang dan jangan terburu-buru menuju keluar saat guncangan masih kuat

2. Jika berada di luar bangunan ;

• Jauhi bangunan, tiang listrik, pohon, dan benda lain yang berpotensi roboh

• Perhatikan kondisi tanah dan hindari area yang mengalami rekahan tanah

3. Jika sedang berkendara ;

• Kurangi kecepatan dan berhenti di tempat yang aman

• Keluar dari kendaraan dan menjauh apabila terdapat risiko pergeseran tanah atau kebakaran

4. Jika berada di pantai ;

• Segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi apabila gempa dirasakan kuat atau berlangsung lama, untuk mengantisipasi potensi tsunami

5. Jika berada di daerah pegunungan ;

• Jauhi daerah yang berpotensi mengalami longsor

Kemudian pasca gempa dan setelah guncangan berhenti, Maruli mengimbau agar ;

• Keluar dari bangunan secara tertib dan gunakan tangga biasa, bukan lift.

• Periksa kondisi orang di sekitar dan berikan pertolongan pertama jika diperlukan.

• Waspadai kebakaran, kebocoran gas, korsleting listrik, dan bahaya lainnya.

• Jangan memasuki bangunan yang telah rusak karena masih berpotensi roboh.

• Waspadai gempa susulan dan pantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah untuk perkembangan terbaru.

• Dalam keadaan darurat hubungi layanan JAKARTA SIAGA 112

3. Pemprov DKI lakukan mitigasi

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Maruli menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan seluruh unsur terkait terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diimbau harus mulai dari hal sederhana sebagai mitigasi

"Tahu tempat aman, jalur evakuasi, menyiapkan keluarga dan memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi," ujar Maruli.

Curated For You

Editorial Team

Related Article