Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Taksi Green SM Lewati Perlintasan Kereta Tanpa Palang Resmi
Taksi Green SM tertemper kereta di Bekasi Timur (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
  • Taksi Green SM mengalami korsleting dan mogok di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, yang tidak memiliki palang resmi sebelum tabrakan maut terjadi.
  • Commuterline menabrak taksi tersebut dan kemudian disusul tabrakan dengan kereta Argo Bromo Anggrek, menyebabkan 15 orang tewas dan 88 lainnya luka-luka.
  • Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan PT KAI karena keberadaan palang pintu dinilai krusial untuk keselamatan di perlintasan sebidang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polisi membenarkan adanya taksi Green SM yang korslet di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, sebelum insiden tabrakan maut commuterline dengan kereta Argo Bromo Anggrek. Perlintasan itu tak memiliki palang resmi, hanya swadaya dan dijaga masyarakat setempat.

"Ya kita tidak bisa katakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana," ujar Subditlaka Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

"Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan," lanjutnya.

Kepolisian pun akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait hal ini. Sebab keberadaan palang pintu merupakan hal krusial.

"Nah ini yang nanti akan kita koordinasikan dengan PT KAI ya. Artinya di beberapa tempat memang palang pintu kereta api itu betul-betul krusial sifatnya," ujarnya.

Diketahui, taksi Green SM terekam sempat mogok ketika melalui perlintasan sebidang Ampera. Lalu, commuterline yang tengah melaju tak bisa menghindari tabrakan dengan taksi hijau tersebut.

Tak lama setelahnya, insiden tabrakan commuterline ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek terjadi. Hingga saat ini korban tewas akibat insiden tersebut mencapai 15 jiwa, sedangkan yang mendapatkan perawatan mencapai 88 orang.

Editorial Team