Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Militer AS Tewaskan Bos Geng Venezuela Tren de Aragua

Serangan Militer AS Tewaskan Bos Geng Venezuela Tren de Aragua
bendera Venezuela (unsplash.com/aboodi vesakaran)
Intinya Sih
  • Militer AS menewaskan pemimpin geng Venezuela, Nino Guerrero, lewat serangan udara di markas Tren de Aragua yang menandai peningkatan operasi antinarkoba pemerintahan Trump.
  • Tren de Aragua berkembang dari geng penjara menjadi jaringan kriminal transnasional dengan ribuan anggota, terlibat dalam perdagangan manusia, pencucian uang, dan kejahatan lintas negara.
  • Eskalasi operasi antinarkoba AS di Venezuela diperkuat kerja sama dengan pemerintah baru Caracas serta puluhan serangan udara terhadap jaringan penyelundupan narkoba sejak 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa militer negaranya berhasil menewaskan pemimpin geng kriminal asal Venezuela, Hector Rusthenford Guerrero Flores alias Nino Guerrero, dalam serangan udara pada Jumat (12/6/2026). Serangan mematikan tersebut menyasar markas kelompok Tren de Aragua (TdA) di wilayah selatan Venezuela awal pekan ini.

Operasi militer ini menandai eskalasi dalam kampanye antinarkoba yang dilancarkan oleh pemerintahan Trump di kawasan Amerika Latin. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya.

1. Detail serangan yang tewaskan Nino Guerrero

Presiden AS Donald Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe saat memantau operasi militer di Venezuela
Presiden AS Donald Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe saat memantau operasi militer di Venezuela (Official White House Photo by Molly Riley, Public domain, via Wikimedia Commons)

Serangan udara ini dilaksanakan oleh Komando Selatan Amerika Serikat (USSOUTHCOM) yang menargetkan sebuah bangunan beratap hijau di Venezuela. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa pimpinan TdA tersebut tewas di lokasi kejadian.

"Atas arahan saya, Komando Selatan AS meluncurkan serangan kinetik mematikan untuk mengeksekusi Nino Guerrero. Tindakan ini dikoordinasikan erat dengan rekan kami di Venezuela," tulis Trump, dilansir BBC.

Kementerian Komunikasi Venezuela mengungkap sempat terjadi kontak senjata antara pasukan keamanan dengan anggota TdA sebelum Guerrero berhasil dilumpuhkan. Operasi ini melibatkan dukungan teknologi khusus serta pertukaran intelijen yang intensif di antara otoritas kedua negara.

Guerrero merupakan pria berusia 42 tahun yang menjadi buronan setelah melarikan diri dari Penjara Tocoron pada 2023. Selama berada di dalam penjara, ia membangun berbagai fasilitas mewah termasuk kebun binatang, restoran, dan kolam renang untuk mengontrol narapidana lain.

2. Profil geng Tren de Aragua

Ilustrasi penjara. (unsplash.com/Emiliano Bar)
Ilustrasi penjara. (unsplash.com/Emiliano Bar)

Tren de Aragua berawal dari sebuah geng di Penjara Tocoron di negara bagian Aragua sebelum berkembang menjadi organisasi kriminal transnasional. Kelompok ini diperkirakan memiliki sekitar 2.500 hingga 5 ribu anggota yang tersebar di berbagai negara Amerika Latin, AS hingga Spanyol.

Jaringan kejahatan ini fokus pada aktivitas perdagangan manusia dan mengontrol jalur migrasi ilegal yang dilewati oleh warga Amerika Selatan. Mereka juga terlibat dalam aksi pemerasan, penculikan, pencucian uang, pembunuhan bayaran, hingga pencurian retail terorganisasi.

"Guerrero Flores mengoperasikan Tren de Aragua seperti sindikat kejahatan multinasional. Ia mencuci uang melalui kripto dan mengatur teror lintas batas," tutur Agen Khusus Badan Penegakan Narkoba AS (DEA), Louis D’Ambrosio, dilansir Euronews.

Pemerintah AS sendiri telah menetapkan TdA sebagai organisasi teroris asing sejak Februari 2025. Otoritas hukum di New York juga telah mendakwa Guerrero atas tuduhan konspirasi pemerasan dan pemberian dukungan terhadap aktivitas terorisme.

3. Eskalasi operasi antinarkoba AS di Venezuela

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Trump berulang kali menuduh kelompok TdA telah menyusup ke wilayah AS akibat longgarnya kebijakan perbatasan pada era Joe Biden. Isu imigrasi dan kejahatan geng asing ini menjadi salah satu fokus utama bagi kubu konservatif di Washington.

Kerja sama dengan Caracas semakin erat setelah penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada Januari lalu. Saat ini, AS mendukung Pejabat Presiden Delcy Rodriguez untuk memimpin pemerintahan Venezuela dan membuka peluang investasi minyak.

Sebelum serangan terhadap markas Guerrero, militer AS telah meluncurkan puluhan serangan udara mematikan sejak September 2025. Operasi tersebut menyasar kapal-kapal kecil di Laut Karibia dan Samudra Pasifik Timur yang diduga menyelundupkan narkoba.

Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas dalam rentetan serangan terhadap kapal penyelundup yang diklaim memiliki hubungan dengan kartel. Pemerintahan Trump menegaskan tindakan ini legal karena AS sedang berada dalam status konflik bersenjata melawan kartel narkoba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More