- Sebagian Sumatra.
- Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa.
- Nusa Tenggara Timur bagian selatan.
- Sulawesi Barat bagian utara.
- Sulawesi Tengah bagian barat.
- Sebagian kecil Maluku.
- Papua Barat Daya bagian selatan.
- Papua Barat bagian Tengah.
- Papua bagian timur.
5 Daerah dengan Hari Tanpa Hujan, Probolinggo Terlama

- BMKG melaporkan lima daerah mengalami hari tanpa hujan lebih dari sebulan per 10 Juni 2026, dengan Probolinggo menjadi yang terlama mencapai 42 hari.
- Hingga awal Juni 2026, sekitar 33,3 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, mencakup sebagian besar wilayah di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
- Puncak musim kemarau diprediksi terjadi bertahap: Juli di 83 ZOM, Agustus di 369 ZOM sebagai puncak utama, dan September di 169 ZOM yang tersebar di berbagai pulau besar Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis lima daerah hari tanpa hujan (HTH) per 10 Juni 2026. Lima daerah tersebut sudah lebih dari satu bulan tidak turun hujan. BMKG menyampaikan, hingga awal Juni 2026, baru 33,3 persen wilayah Indonesia yang masuk ke dalam musim kemarau.
"Hingga awal Juni ini, sekitar 33,3 persen Zona Musim di Indonesia (233 ZOM) mengalami musim kemarau. Namun demikian, tidak ada provinsi yang mengalami tidak hujan selama lebih dari 1 bulan," tulis BMKG dalam akun Instagram @infoBMKG, dikutip Minggu (14/6/2026).
1. Wilayah yang sudah masuk musim kemarau

BMKG menjelaskan, wilayah yang sudah masuk musim kemarau yakni, sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, Bengkulu, Sumatra Barat, Jambi, sebagian Sumatra Selatan, Kep. Riau, Lampung, Banten bagian utara.
Selain itu, sebagian Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Papua Selatan.
2. Lima daerah tanpa hujan

Meski sejumlah daerah masih dominan hujan, ada lima wilayah yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari satu bulan.
1. Probolinggo, Jawa Timur (42 hari)
2. Bima, NTB (40 hari)
3. Purworejo, Jawa Tengah (39 hari)
4. Bantul, DIY (39 hari)
5. Merauke, Papua (32 hari).
"Bagi wilayah kering, yuk tetap hemat air. Untuk wilayah yang sering hujan, pastikan selokan bersih agar aliran air lancar ya," kata BMKG.
3. Kapan puncak musim kemarau 2026?

Sebelumnya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan, puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia. Sedangkan lokasinya terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) pada Agustus dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) pada September.
Pembagian periode dan wilayah
Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi:
Lalu pada bulan Agustus 2026, puncak musim kemarau terjadi:
- Sumatra bagian tengah.
- Sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat.
- Sebagian Nusa Tenggara Timur.
- Sebagian besar Kalimantan.
- Sebagian Sulawesi.
- Sebagian Maluku dan Maluku Utara.
- Sebagian besar Pulau Papua.
Sebanyak 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) memasuki puncak kemarau pada September 2026, meliputi;
- Kepulauan Bangka Belitung.
- Sebagian besar Sumatra Selatan dan Lampung.
- Sebagian kecil Jawa.
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur.
- Kalimantan bagian selatan.
- Sebagian besar Sulawesi.
- Sebagian besar Maluku Utara.
- Sebagian Maluku.
- Papua Pegunungan bagian tengah.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan, berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 ZOM (11,83 persen luas daratan) sudah memasuki musim kemarau. Wilayah yang telah mengalami kemarau di antaranya:
- Sebagian Sumatra.
- Sebagian Jawa.
- Sebagian besar Nusa Tenggara.
- Kalimantan Tengah bagian timur.
- Sebagian Sulawesi.
- Sebagian Maluku.
- Sebagian Papua.
- Lebih lanjut, 198 ZOM (31,60 persen luas daratan) diprediksi memasuki kemarau pada Juni, di antaranya:
- Sebagian besar Sumatra.
- Kalimantan Barat.
- Sebagian besar Banten.
- DKI Jakarta bagian selatan.
- Jawa Tengah bagian tengah dan barat.
- Sebagian kecil Jawa Timur.
- Kalimantan Barat bagian selatan.
- Sebagian besar Kalimantan Tengah.
- Kalimantan Selatan bagian tengah.
- Sebagian besar Kalimantan Timur.
- Sebagian Sulawesi.
- Sebagian Maluku.
- Sebagian Papua Barat.
- Papua bagian timur.
Sebanyak 66 ZOM yang mencakup 7,28 persen wilayah Indonesia akan memasuki kemarau mulai Juli, yakni:
- Jambi bagian barat.
- Sebagian Kalimantan Timur.
- Kalimantan Selatan bagian timur.
- Sebagian besar Sulawesi.
- Maluku Utara.
- Sebagian Maluku.


















