Bogor, IDN Times - Suasana duka menyelimuti keluarga Dwi Murdiono, teknisi pesawat ATR 42-500 asal Tajurhalang, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Rumah duka dipenuhi pelayat sejak Minggu pagi. Kerabat, tetangga, hingga rekan kerja silih berganti menyampaikan penghormatan terakhir mereka kepada almarhum.
Istri almarhum, Shinta Jayanti tampak tegar meski matanya sembab, hanya sesekali menyampaikan terima kasih kepada para pelayat. Ia memilih lebih banyak diam dan duduk di samping anggota keluarga lainnya.
Salah seorang anggota keluarga, Tarmizi, mengungkapkan penemuan korban kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, diterima dari tim Basarnas.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, seluruh korban kecelakaan sebenarnya telah ditemukan sejak Jumat (23/1/2026). Namun, pada saat itu identitas para korban belum dapat dipastikan.
"Kalau untuk kabar sebenarnya kan tim Basarnas ya, ngasih info ke saya itu per hari Jumat itu sudah ditemukan secara keseluruhan. Tapi memang belum teridentifikasi. Baru selesai identifikasi itu di hari Sabtu," kata Tarmizi di kediaman almarhum, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).
Di halaman rumah, terlihat karangan bunga ucapan duka cita berjajar. Jenazah tiba di kediaman pada Sabtu malam. Pagi ini, jenazah akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta.
Setelah disalatkan di masjid dekat kompleks kediaman almarhum, jenazah langsung dibawa ke TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.
"Walaupun rumah duka di Bogor ya, di Bojong Gede, ini kita di TPU di Jakarta, tepatnya di TPU Menteng Pulo 2," kata Tarmizi.
Dengan ditemukannya semua korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT resmi dihentikan. Keputusan itu diambil setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Penghentian operasi diumumkan Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohamamd Syafii usai rapat evaluasi pada hari ketujuh operasi, Jumat (23/1/2026) malam, di Kantor Basarnas Makassar.
"Pada malam hari ini, saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR coordinator, men-declare bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai," kata Syafii.
